DPR Sesalkan Guru SMA 8 Medan Baku Hantam di Depan Murid

Illiza Sa’aduddin Djamal
Illiza Sa’aduddin Djamal

Jakarta, PONTAS.ID – Sebuah video yang memperlihatkan dua oknum guru SMAN 8 Medan, Sumatera Utara berkelahi di dalam kelas dan disaksikan muridnya viral di media sosial.

Video berdurasi 1 menit 52 detik itu memperlihatkan keributan yang dipicu saat salah seorang guru memanggil dua orang siswa yang ada di dalam kelas.

Anggota Komisi X DPR, Illiza Sa’aduddin Djamal menyesalkan akan insiden baku hantam antar kedua guru disaksikan oleh murid di jam belajar tersebut.

“Kami menyayangkan masih adanya praktik kekerasan di sekolah apalagi di dalam ruang kelas, terlebih perkelahian itu disaksikan para murid. Dan ada Video perkelahian dua guru itu sampai viral di media sosial,” kata Sa’aduddin di Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Politikus PPP ini juga menjelaskan sebelum kejadian perkelahian guru di Medan, sebelumnya juga pernah terjadi perkelahian antar siswa di Nganjuk Jawa Timur dan Medan.

Menurutnya, kekerasan di sekolah apapun bentuknya seharusnya tidak terjadi, karena ini adalah lembaga pendidikan yang mengedepankan moral dan ilmu pengetahuan.

“Kekerasan dan perkelahian di sekolah telah merusak citra lembaga pendidikan. Bagaimana pun, siapa pun, harus menghormati lembaga pendidikan, karena di sana adalah tempat penggodokan generasi muda penerus bangsa. Rusak karakter generasi mudanya, rusak pula bangsanya,” ujar legislator asal Aceh ini.

Ia pun mendesak pihak sekolah SM 8 Medan agar guru yang terlibat dan kepala sekolah harus meminta maaf kepada publik atas tragedi perkelahian itu.

“Mereka juga harus mengaku tidak akan mengulanginya di kemudian hari. Hal ini penting agar para pelajar dan generasi muda di Indonesia tidak mencontohnya. Dan harus diberikan sangsi yang keras terhadap guru yang terlibat kekerasan atau perkelahian agar tidak berulang di tempat lain,” tegasnya.

Ditambahkan Sa’aduddin Djamal, pihak sekolah juga harus memastikan tidak adanya perundungan dan bulying di sekolah, karena ini terbukti telah memantik terjadinya perkelahian di antar siswa.

“Sekolah harus memastikan bahwa semua siswa menjunjung tinggi rasa saling menghormati,” tandasnya.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here