Ketua MPR Dorong Pemerintah Antisipasi WNI eks ISIS Masuk ke RI

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet)

Jakarta, PONTAS.ID – Ketua MPR, Bambang Soesatyo mendorong Pemerintah khususnya pihak terkait agar perlunya antisipasi pemerintah terhadap potensi Warga Negara Indonesia (WNI) eks ISIS menyelinap masuk ke Indonesia melalui negara bebas visa ataupun jalur ilegal setelah Pemerintah memutuskan menolak pemulangan WNI Eks kombatan ISIS.

“Mendorong Badan Nasional Penanggulangan Terorisme/BNPT, Badan Intelijen Negara/BIN bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan/Kemenko Polhukam, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia/Kemenkumham melalui Direktorat Jenderal Imigrasi, dan Kementerian Luar Negeri/Kemenlu untuk terus memantau pergerakan dari WNI teroris pelintas batas dan WNI eks ISIS yang tersebar di Suriah dan beberapa negara lainnya, serta memperketat pengawasan dan pemeriksaan terhadap seluruh pintu masuk ke Indonesia, seperti di Bandara dan Pelabuhan, khususnya dari negara bebas visa maupun jalur-jalur tikus, guna memberikan dan menjamin rasa aman bagi seluruh masyarakat, mengingat kepulangan WNI eks ISIS dikhawatirkan membawa virus terorisme baru bagi masyarakat Indonesia,” kata pria akrab disapa Bamsoet dalam keterangan pers, Jumat (14/2/2020).

Politikus Golkar ini juga meminta BNPT bersama pemerintah untuk terus mengupdate jumlah WNI yang berada di kamp-kamp pengungsian ISIS yang tersebar di Suriah dan beberapa negara lainnya agar didapat data valid tentang jumlah dan identitas WNI yang dianggap terlibat bergabung dengan ISIS.

“Ini harus jadi langkah awal pemerintah dalam mendeteksi kemungkinan WNI terduga teroris masuk ke wilayah Indonesia,” ujar Bamsoet.

Lebih lanjut, Bamsoet juga berharap, Pemerintah untuk dapat menjamin WNI terduga teroris, eks ISIS maupun kelompok teroris lainnya tidak masuk ke wilayah Indonesia, seperti dengan mencabut kewarganegaraan warga Indonesia yang terbukti bergabung dengan ISIS, serta melakukan langkah-langkah pencegahan dalam menghindari paham radikalisme masuk ke Indonesia.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Hendrik JS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here