Bekasi, PONTAS.id – Warga Perumahan Fortune Garden, Tarumajaya, Bekasi mengeluhkan pemasangan pagar sepihak oleh PT. Hutama Damai Putra (HDP) di pembatas jalan dua arah yang seharusnya milik publik. Pasalnya, pemagaran itu dilakukan tanpa adanya musyawarah atau sosialisasi terlebih dahulu dengan warga Fortune Garden.
Padahal sebelumnya, jalan itu merupakan akses dua arah yang sering dilalui oleh warga perumahan Fortune Garden dan Perumahan Harapan Mulya Regency.
“Dari tahun 2008 dua jalur ini sudah disediakan untuk lalu lalang warga. Kok sekarang tiba-tiba dipagar tanpa adanya koordinasi dan sosialisasi dengan masyarakat setempat,” ungkap (L) Warga Fortune Garden kepada PONTAS.id, Sabtu (16/09/2023).
Ia menerangkan, awalnya jalan itu merupakan fasilitas yang disediakan bagi penduduk perumahan fortune garden. Namun sekitar tahun 2013 hadirlah perumahan baru yang bernama Harapan Mulya Regency. “Dan itupun masih tetap menjadi jalan dua arah. Mengapa baru sekarang dipasang pemagaran?,” tanyanya risau
Ia pun membeberkan terkait kejadian aneh yang pernah dialami warga Fortune Garden. Sekitar tahun lalu. Warga Fortune Garden sempat meradang. Sebab, akses jalan utama warga Fortune Garden digembok. “Pernah dulu digembok, namun bukan pengembang. Tapi ulah oknum perangkat RT dari perumahan Harapan Mulya Regency. Kami tak tau maksud dan tujuannya dia melakukan aksi itu,” ungkapnya

Tak hanya itu, pihak HDP pun dengan tega menebang semua pohon yang berada di jalan tersebut sehingga lingkungan yang tadinya rindang terlihat gersang. “Dulu pohon itu ditanam oleh warga Fortune Garden yang notabene Karyawan Bogasari. Sekarang semua habis ditebang demi pemagaran sepihak itu,” ucapnya
Terpisah, saat dikonfirmasi legal PT Damai Putra Group, Mishal Abdullah belum bisa memberikan pernyataan terkait sikap pemagaran sepihak oleh PT HDP, pihaknya telah memberitahukan informasi permasalahan itu ke divisi Marketing Komunikasi. “Jadi ada divisi markom yang akan memberikan klarifikasi terkait permasalah itu,” tutupnya
Penulis: Rahmat Mauliady
Editor: Fajar Virgyawan Cahya




























