Nono Sampono Ingatkan Mahasiswa: Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Jati Diri Bangsa

JAKARTA, PONTAS.ID — Anggota DPD, Nono Sampono menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, wawasan kebangsaan, serta kepedulian terhadap masa depan Indonesia.

Menurut Nono, kampus tidak boleh hanya menjadi tempat mahasiswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan akademik. Perguruan tinggi juga harus menjadi ruang untuk membangun karakter, mengembangkan pola pikir kritis, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Kampus harus menjadi ruang tumbuh bagi generasi masa depan Indonesia. Di kampus, mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun karakter, cara berpikir, dan kepedulian terhadap bangsa dan negara,” ujar Nono, Sabtu (26/9/2026).

Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis dalam perjalanan bangsa. Sebagai bagian dari kelompok intelektual muda, mahasiswa dituntut mampu memahami berbagai perubahan dan tantangan zaman secara kritis, namun tetap memiliki pijakan kuat pada nilai-nilai kebangsaan.

Dalam konteks tersebut, Nono menekankan pentingnya memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Nono juga mengingatkan mahasiswa agar mampu menghadapi perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi secara bijak. Menurutnya, kemudahan mendapatkan informasi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis dan melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima.

“Generasi muda harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Kemajuan teknologi harus kita manfaatkan untuk membangun, bukan justru menjadi sesuatu yang menjauhkan kita dari nilai-nilai kebangsaan,” katanya.

Selain perkembangan teknologi, Nono menyoroti pentingnya menjaga keberagaman sebagai salah satu kekuatan Indonesia. Perbedaan suku, agama, budaya, bahasa, dan latar belakang, kata dia, merupakan realitas kehidupan bangsa yang harus dikelola dengan semangat persatuan dan saling menghormati.

Ia berharap nilai-nilai tersebut terus ditanamkan kepada generasi muda sehingga keberagaman tidak menjadi sumber perpecahan, tetapi justru menjadi kekuatan dalam membangun Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Nono juga mendorong mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti) untuk mengambil peran aktif dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa.

Menurutnya, mahasiswa tidak seharusnya hanya menjadi penonton dalam berbagai perubahan yang terjadi, melainkan ikut mengambil bagian dalam proses perubahan tersebut.

“Mahasiswa harus berani berpikir, berdiskusi, menyampaikan gagasan, dan mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan bangsa. Masa depan Indonesia tidak hanya dibicarakan, tetapi harus dipersiapkan mulai dari sekarang,” tuturnya.

Previous articlePria Asal Pamekasan Jadi Tersangka Pembacokan di Indramayu