Transaksi dengan QRIS, Kepala Pasar Klender SS: Sudah Berjalan

Jakarta, PONTAS ID – Pembayaran non tunai terus digaungkan oleh Bank Indonesia guna percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan digital di Indonesia. Pasar rakyat yang dulunya hanya bisa bertransaksi secara tradisional kini bisa menggunakan berbagai metode pembayaran modern. Salah satunya dengan menggunakan metode Quick Response Indonesia Standard (QRIS).

Kepala PD Pasar Jaya Klender SS, Diaptra Gadjah Mada mengungkapkan pihaknya mendukung penuh segala bentuk metode pembayaran yang bertujuan untuk memudahkan layanan transaksi antar pedagang dan konsumen.

“Sistem QRIS sudah berjalan di Pasar Klender SS. Pada prinsipnya kami mendukung. Beberapa waktu lalu Bank BUMD dan beberapa bank BUMN sudah mulai door to door untuk memperkenalkan metode pembayaran menggunakan QRIS kepada para pedagang,” ungkap Diaptra Gadjah Mada saat ditemui PONTAS.id di ruangannya pada Kamis (28/7/22).

Ia mengatakan, sosialisasi terkait penggunaan QRIS sudah sejak lama dilakukan. Beberapa merchant yang berada di Pasar Klender SS sudah menyediakan layanan transaksi menggunakan sistem barcode tersebut.

“Untuk metode transaksi mulai dari mesin EDC hingga fasilitas penggunaaan QRIS di sini telah tersedia. Cuma memang animo masyarakat menggunakan metode QRIS untuk berbelanja di Pasar Rakyat khususnya Klender SS masih belum maksimal. Mereka (pembeli) masih banyak menggunakan uang cash dan debit melalui mesin EDC,” tukasnya

Sementara itu, saat pewarta PONTAS.id menemui salah satu pedagang kios makanan ringan, Sriati yang telah menyediakan sistem barcode di kiosnya menjelaskan bahwa dengan adanya layanan transaksi QRIS, dirinya merasa lebih praktis ketika melayani pembeli.

“Transaksi mudah. Hanya tinggal discan melalui hp, lalu memasukkan jumlah harga yang harus dibayar, setelah sukses transakasi pun selesai. Selain itu, bisa terhindar dari uang palsu dan tidak perlu menyediakan uang kembalian,” ucapnya

Di sisi lain, Pemerintah tampaknya harus lebih gencar melakukan sosialisasi penggunaan QRIS ke semua kalangan. Pasalnya, untuk pasar rakyat yang notabene konsumennya berada di kalangan menengah ke bawah masih kurang melek teknologi dalam menggunakan metode sistem barcode tersebut. Hal ini juga dibenarkan oleh salah satu penjual pakaian bernama Alfahmi.

“Kalau di Pasar Klender SS ini rata-rata konsumen membeli memakai uang cash. Di toko saya sudah menyediakan sistem QRIS. Namun memang baru ada satu atau dua pembeli yang menggunakan metode tersebut,” tutupnya

Penulis: Rahmat Mauliady
Editor: Ahmad Rahmansyah

Previous articlePengolahan Kopi Ponpes Al-Hasan 1 Jember Wujud Ekonomi Pancasila
Next articleKebut Digitalisasi Daerah 3T di Kepri, Gubernur: Perijinan Dipermudah