Pandemi, Pasar Klender SS Lebihi Target CMS 2 Bulan Terakhir

Jakarta, PONTAS.ID – Kondisi pandemi Covid-19 memberikan dampak besar di sektor perekonomian. Namun hal ini tak menyurutkan minat PD. Pasar Jaya untuk mencapai target retribusi biaya pengelolaan pasar.

Kepala Pasar Klender SS, Diaptra Gadjah Mada mengungkapkan bahwa pihaknya memberikan berbagai solusi kepada para pedagang demi tercapainya target Cash Management System (CMS), salah satunya dengan memberikan program cicilan sebagai bentuk empati kepada pedagang yang merasakan dampak covid-19.

“Kami di sini sangat fleksibel, maka kami meminta kepada pedagang untuk menyicil iuran yang belum diselesaikan. Misalnya tunggakan pembayaran sebesar 5 juta, maka kami persilahkan untuk menyicilnya minimal setengahnya dulu. Yang penting pedagang berkomitmen untuk membayar sisa tunggakannya,” ungkap Mada sapaan akrabnya saat ditemui PONTAS.id di ruangannya, Senin (7/3/2022).

Menurutnya, kondisi pasar di saat pandemi terbilang sepi, tapi di sisi lain sebagai kepala Pasar dirinya juga harus memenuhi target CMS yang diberikan oleh PD Pasar Jaya. Apalagi pendapatan utama pasar jaya notabenenya masuk dari retribusi atau kewajiban yang dibayarkan oleh para pedagang setiap bulannya.

“Alhamdulilah dengan melakukan pendekatan secara persuasif dengan memberikan win-win solution kepada para pedagang maka dua bulan terakhir (Januari dan Febuari 2022) target CMS bisa kita penuhi. Bahkan, realisasinya tercatat pada bulan Januari sebesar 111 persen sementara Febuari 103 persen,” imbuhnya

Lebih lanjut, pencapaian CMS bukan berarti mudah alias tanpa kendala, ada beberapa pedagang yang tidak koperatif. Namun untuk menyiasatinya, dirinya melakukan berbagai langkah-langkah sebagai berikut. Pertama, memberikan surat teguran dengan melampirkan nominal total piutang yang harus dibayarkan. Kedua, memanggil pedagang untuk berdialog secara empat mata agar menemui titik terang.

“Ketiga, jika sudah dipanggil untuk berdialog tapi pedagang masih belum mau menemui, maka biasanya saya mengeluarkan surat untuk melakukan pemutusan listrik. Nah, dengan cara ini pedagang yang tadinya enggan membayar iuran sewa, menjadi koperatif. Hal itulah yang kami lakukan sebelum kami mengeluarkan Surat Peringatan (SP) satu, jika tak digubris juga maka akan diberikan SP dua hingga SP tiga,” jelasnya.

Selanjutnya, jika berbagai langkah tersebut tak juga diindahkan, selang tiga hari kemudian, pihaknya akan mengeluarkan surat permohonan ke kantor area untuk melakukan penutupan sementara. “Ya saya berharap pedagang bisa koperatif agar hal-hal seperti ini tidak terjadi,” tukasnya

Sementara itu, kebijakan cicilan yang diterapkan di Pasar Klender SS, mendapat tanggapan baik dari Sriyati salah satu pedagang kelontong yang telah berjualan hampir 30 tahun di pasar tersebut.

“Alhamdulilah dengan adanya kebijakan seperti ini saya bisa terus membayar CMS ke pihak pengelola. Ini sangat meringankan, kalau ga bisa bayar penuh masih bisa dicicil. Walaupun pandemi, saya yakin rezeki tidak akan tertukar, pasti ada saja pelanggan yang datang untuk membeli,” tutupnya

Penulis: Rahmat Mauliady
Editor: Fajar Virgyawan Cahya

Previous articleMPR Ingatkan Jokowi untuk Menolak Tegas Wacana Penundaan Pemilu
Next articleCari Solusi Bersama, Dandim Tanbu Gelar Diskusi Internal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here