Jelang PTM, 2.000 Siswa di Sergai telah Vaksinasi Dosis Pertama

Sergai, PONTAS.ID –  Uji Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), hari ini sebanyak 1.300 siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah melakukan vaksinasi dosis 1.
Demikian disampaikan oleh Bupati Sergai, Darma Wijaya didampingi Wakil Bupati (Wabup) Adlin Tambunan saat meninjau pelaksanaan vaksinasi dosis 1 di lokasi SMP Negeri I Perbaungan, di Kelurahan Tualang Kecamatan Perbaungan, Sergai, Kamis (2/9/2021).
“Hari ini di Kabupaten Sergai melakukan vaksinasi massal, yaitu siswa-siswi SMP dengan jumlah seluruhnya sebanyak 1.300 orang. Dan ini sesuai ketentuan, sudah mengantongi izin dari orang tua atau wali dari siswa itu sendiri,” jelas Darma Wijaya yang akrab disapa Bang Wiwiek ini.
Vaksinasi yang dilakukan secara massal ini, lanjut Bang Wiwiek merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan, mengingat pada tanggal 13 September 2021 akan direncanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Sergai.
“Kita berharap dengan dilaksanakannya vaksinasi secara keseluruhan bagi siswa setingkat SMP, pembelajaran tatap muka terbatas bisa berjalanan dengan baik. Jadi kalau masyarakat sudah di vaksin, juga anak-anaknya divaksin, artinya tentu akan membuat imun tubuh semakin kebal,” jelas Darma Wijaya.
Bupati juga menjelaskan, untuk tingkat SMA hari ini juga melakukan vaksinasi sekitar 700 siswa-siswi. “Jenis vaksin yang kita gunakan Sinovac dan untuk itu kita berharap para orang tua atau wali dari siswa tetap terus mendukung vaksinasi ini. Apalagi setelah orang tua atau keluarganya divaksin, maka imun atau kekebalan tubuh menghadapi virus Covid-19 akan bertambah, tetapi bukan kebal.
Menurutnya, yang sudah melakukan vaksinasi dosis 2 juga bisa saja terpapar atau reaktif, maka untuk itu dirinya selalu ingatkan untuk selalu menjaga prokes dan tetap memakai masker dan rajin mencuci tangan serta menjaga jarak.
“Kenapa baru sekarang dilaksanakan vaksinasi untuk pelajar, kalau dari tempo hari kan mungkin anak-anak ini sudah bisa belajar seperti biasa,” ujar salah satu wali murid.
Tapi menurut Mariani, itulah bedanya pola pikiran masyarakat dengan pemerintah, yang tentunya pemerintah sudah mempertimbangkan berbagai aspek.
“Setidaknya, setelah anak kami ini divaksin, kami sebagai orang tua merasa tenang dan setidaknya tidak lagi merasa trauma dengan Covid-19,” ujar Mariani.
Wanita paruh baya ini juga mengeluhkan metode belajar daring (dalam jaringan), karena harus mengeluarkan biaya untuk membeli paket data.
“Kondisi sekarang ini paling sulit akibat pandemi Covid-19, berharap dari jualan teh manis atau kopi saja tidaklah cukup, apalagi ditambah jualan lain sering nggak habis dan yang ada rugi. Apalagi keluarga kami tidak mendapat bantuan apapun dari pemerintah,baik PKH,BLT atau BPNT,” tutup Mariani melepaskan keresahannya.
Penulis: Andy Ebiet
Editor: Fajar Virgyawan Cahya
Previous articleBina Marga Taman Sari Bersihkan 335 Tali Air hingga Agustus
Next articleWali Kota Tinjau Vaksinasi Warga dan Ulama di Kelapa Gading