Tiga Minggu Buru Jaringan Timur Tengah, Polisi Sita 1.129 Kg Sabu

Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin jumpa pers pengungkapan kasus narkoba jaringan Timur Tengah di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (14/6/2021)

Jakarta, PONTAS.ID – Polri berhasil mengungkap jaringan narkoba jaringan Timur Tengah (Indonesia, Iran dan Afrika) yang dikendalikan Lapas Cilegon, Banten. Dari jaringan ini berhasil ditangkap tujuh tersangka dari berbagai tempat serta menyita sabu-sabu sebanyak 1.129 Kg atau 1,1 ton.

Pengungkapan hasil kerja sama Polda Metro Jaya dengan Polres Metro Jakarta Pusat selama 22 hari ini disampaikan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (14/6/2021).

“Jaringan Timur Tengah yang ini bekerjasama dengan warga negara Indonesia maupun asing yang menjadi narapidana lapas di Cilegon,” kata Kapolri.

Kapolri mengatakan bahwa barang bukti yang diamankan tersebar di empat lokasi yang berbeda. Pertama, tim menemukan 393 Kg sabu di wilayah Gunung Sindur, Bogor. Tersangka yang ditangkap dari TKP itu berinisial NR dan HA.

Kemudian, polisi juga menggerebek ruko di Pasar Modern Bekasi Town Square, Bekasi Timur dan menemukan barang bukti sebanyak 511 Kg sabu.

Di lokasi itu, polisi menemukan dua tersangka yang merupakan warga negara asing (WNA) berinisial NW dan UCN.

Kemudian, lokasi lain yang dilakukan penggerebekan ialah apartemen Basura, Jakarta Timur yang ditemukan 50 Kg sabu dengan tersangka berinisial AK. Terakhir, penyidik menemukan 175 Kg sabu lainnya di Apartemen Green Pramuka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat dengan tersangka berinisial H.

Kapolri menegaskan, pihaknya akan terus melakukan perang terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkotika dari hulu hingga ke hilir. Salah satunya melalui peningkatan kerja sama dengan seluruh instansi terkait.

“Karena itu perlu kita terus meningkatkan kerjasama dengan seluruh pihak yang ada dengan rekan BNN, Bea Cukai, Dirjen Pas dan rekan-rekan lain,” ujarnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan ini dijerat dengan Pasal 114 ayat 2, Pasal 115 ayat 2, Pasal 112 ayat 2 dan Pasal 123 ayat 1 dan 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman penjara seumur hidup dan maksimal hukuman mati.

Penulis: Ahmad Rahmansyah
Editor: Rahmat Mauliady

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here