ATR Jadikan Waitketam Baru sebagai Desa Percontohan Reforma Agraria

Jakarta, PONTAS.ID – Kunjungan kerja Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Surya Tjandra di Provinsi Maluku memasuki hari ketiga, Minggu (21/02/2021). Siang hari tepatnya pukul 13.00 WIT, Wamen ATR/Waka BPN beserta rombongan bergegas menuju Kampung Reforma Agraria di Desa Waiketam Baru, Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur yang berada di ujung Pulau Seram.

Empat jam berlalu, setelah mata disuguhkan indahnya pemandangan alam Provinsi Maluku selama perjalanan, Wamen ATR/Waka BPN beserta rombongan tiba pada pukul 17.00 WIT disambut dengan tarian khas Provinsi Bali.

Unik memang ternyata di Provinsi Maluku terdapat suatu permukiman yang diisi oleh para transmigran, nampak sekali di pinggir jalan terdapat bangunan pura persis seperti yang ada di Bali. Selain itu juga ada beberapa transmigran yang berasal dari Pulau Jawa, itu terlihat karena adanya hamparan sawah yang jadi ciri khas mata pencaharian orang jawa.

“Selamat datang di Desa Waiketam Baru. Desa ini merupakan desa transmigrasi, jadi semua adat ada di sini Pak Wamen,” sambut Plh. Bupati Seram Bagian Timur, Syarif Makmur dengan penuh hangat.

Di hadapan masyarakat Desa Waiketam Baru, Plh. Bupati Kabupaten SBT menceritakan bahwa selain desa transmigrasi, Desa Waiketam Baru juga diberi julukan desa tangguh.

“Kami menunjuk desa ini sebagai lokasi Reforma Agraria karena didasarkan beberapa pertimbangan, desa ini telah menjadi desa tangguh, bisa dilihat dari beberapa potensi yang menggembirakan baik untuk Maluku maupun Indonesia Timur,” tutur Syarif Makmur.

Dengan dijadikannya Kampung Reforma Agraria serta potensi yang melimpah ruah di Desa Waiketam Baru, Syarif Makmur berharap bisa diikuti desa-desa lain untuk menjadi desa tangguh.

“Dapat dilihat di samping bapak, terdampar sawah yang luas dan subur. Ini merupakan potensi yang besar bagi Desa Waiketam Baru. Selain itu, potensi di desa ini juga banyak peternakan. Mudah-mudahan dengan potensi yang ada, akan diikuti oleh desa lain agar bisa menjadi desa tangguh,” harap Plh. Bupati SBT.

Potensi yang ada di Desa Waiketam Baru juga diakui oleh Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) yang juga selaku Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten SBT, Herriyanto Aritonang.

“Untuk diketahui Bersama bahwa penetapan Desa Waiketam Baru menjadi Pilot Project Kampung Reforma Agraria telah melewati berbagai proses, dimulai dari proses pengumpulan data analisis hingga proses penetapan lokasi Pilot Project. Dari berbagai proses tersebut diperoleh data bahwa pada Desa Waiketam Baru terdapat 3 (tiga) potensi unggulannya yaitu Padi, Belut, dan sapi,” ungkap Herriyanto Aritonang.

“Untuk potensi padi sendiri dalam satu tahun terdapat 2-3 kali musim tanam dengan hasil per tahun mencapai kurang lebih 1.200 ton / tahun dari luas lahan yang digarap 109 ha, adapun sapi 80% warga Waiketam Baru mempunyai sapi yang diperoleh dari hasil usaha sendiri maupun bantuan pemerintah dan di desa Waiketan Baru potensi habitat belut dijadikan sebagai penghasil tambahan yang sangat menguntungkan bagi sebagian masyarakat dengan capaian hasil per minggu 3-7 ton,” tambahnya.

Menanggapi cerita tersebut, Wamen ATR/Waka BPN menyatakan bahwa kelebihan yang dimiliki di Desa Waiketam Baru dapat memberikan harapan yang positif bagi perekonomian masyarakat setempat secara khusus maupun masyarakat di Provinsi Maluku.

“Dan apa yang terjadi di sini barangkali menjadi satu terobosan dan memberi harapan bagi pertumbuhan ekonomi di Desa Waiketam Baru,” pungkas Surya Tjandra.

Penulis : Rahmat Mauliady

Editor : Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here