Mengaku Ajudan Soekarno, IG Terancam 4 Tahun Penjara

Jakarta, PONTAS.ID – Polres Metro Jakarta Pusat berhasil menangkap pelaku penipuan berinisial `IG`(73) yang mengaku sebagai orang terdekat Presiden Soekarno dan mengaku sebagai purnawirawan Letnan Jendereal TNI. Namanya diubah menjadi KGPH Inu Kertopati dengan gelar Profesor Doktor.

“Akibat perbuatannya korban berisnial `J` mengalami kerugian hingga Rp 20 Juta,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki dalam keterangan resminya yang di terima PONTAS.id, Selasa (16/2/2021).

Polisi berhasil mengamankan pelaku beserta sejumlah barang bukti disalah satu Hotel di kawasan Jakarta Pusat.

Hengki mengungkapkan saat akan di tangkap polisi berhasil mengamankan sejumlah uang pecahan 100 ribu, Satu Senjata Api yang ternyata hanya Korek, Keris Imitasi serta Uang pecahan Dolar dan berbentuk Emas. “Semua benda ini, alat modus yang di gunakan pelaku untuk meyakinkan korbannya,” imbuhnya.

Kasat Reskim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Burhanudin mengatakan, sebelumnya peristiwa ini terjadi pada Oktober 2020 lalu. Saat itu pelaku bertemu dengan korbannya di salah satu Showroom mobil dan pelaku mengaku sebagai Profesor.

Dalam aksinya, pelaku mengaku memiliki sejumlah dokumen berharga yang berada di luar negeri yang nilainya cukup fantastis, yaitu mencapai USD 2 miliar dan HKD 15 miliar.

“Jika korban sanggup mencairkan dalam kurun waktu 2 bulan maka akan di bagi dua, 50 persen untuk korban dan sisanya untuk pelaku,” ujar Burhanudin.

Namun saat dokumen milik pelaku di serahkan, pihak Bank menyatakan ini palsu. Korban berhasil diperdayai usai diperlihatkan sejumlah barang dan dokumen lainnya. Sayangnya korban sempat menstransfer uang kurang lebih Rp 20 juta.

“Disini lah mulai terjadi tindak pidananya. Korban mulai percaya setelah melihat beberapa benda dan dokumen palsu,” terang Burhanudin.

Kita juga telah melakukan pengecekan terkait pangkat yang diakui pelaku, “Ternyata gelar dan pangkat itu semua palsu,” ungkap Burhanudin

Setelah diselidiki, ternyata pelaku adalah seorang Residivis yang terlibat kasus penipuan dan pernah di tangkap di Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu. Karena perbuatannya kini pelaku terjerat Pasal 378 dan 372 KUHP dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.

“Untuk masyarakat sebaiknya lebih berhati-hati lagi dan jangan mudah percaya dengan segala modus penipuan,” tutupnya.

Penulis: Tajuli/Heru Mindarto
Editor: Ahmad Rahmansyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here