Evakuasi Korban Longsor Nganjuk, 9 Orang Meninggal Dunia

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat saat memimpin apel pagi Tanggap Darurat di halaman Posko yang berada di kantor Kecamatan Ngetos, Rabu (17/02/2021).

Nganjuk, Pontas.ID – Kabupaten Nganjuk tak hanya dilanda longsor. Sejumlah wilayah juga dilanda banjir sejak Minggu (14/2/2021) malam hingga Senin (15/2/2021) siang.

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat mengatakan ada 9 desa di tiga Kecamatan dengan ketinggian yang bervariasi antara 30 cm-2,5 meter.

“Betul banjir menggenangi sembilan desa di tiga kecamatan di Nganjuk. Ketinggian antara 30 cm hingga 2,5 meter,” Kata Novi.

Sembilan desa yang terendam banjir di Nganjuk tersebut, kata Novi, ada di tiga kecamatan yakni Nganjuk kota, Berbek dan Loceret.

Untuk lokasi paling parah, ada tiga desa di Kecamatan Berbek dengan ketinggian air banjir 1-2,5 meter yakni Grojogan, Sendangbumen dan Sonopatik,” Ujarnya.

Berdasar informasi Badan Penanggulanga Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk, terdapat 16 orang di Dusun Selopuro, Desa Ngetos diduga masih tertimbun longsor. Sebanyak dua orang warga setempat tewas dan 3 lainnya luka-luka.

Informasi terakhir, Senin (15/02) sudah ditemukan 9 orang meninggal dunia, 18 orang mengalami luka– uka dan yang belum ditemukan sekitar 10 orang.

Hari kedua penanganan bencana tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk oleh Komando Tanggap Darurat Bencana Longsor yang dibentuk dan ditetapkan dengan Keputusan Bupati Nganjuk.

Sebelum kegiatan dilaksanakan, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat selaku penanggung jawab Posko Tanggap Darurat memimpin apel pagi Komando Tanggap Darurat di halaman Posko yang berada di kantor Kecamatan Ngetos, Rabu (17/02/2021).

“Sesuai rencana operasi, hari kedua fokus di lokasi longsor untuk menemukan dan mengevakuasi korban yang belum ditemukan sebanyak 10 orang,” tukasnya.

Novi sangat berharap semoga kegiatan berjalan lancar, seluruh tim diberikan kekuatan dan kesehatan, serta para korban segera ditemukan

Untuk diketahui, Sebanyak 5 ekskavator dikerahkan di 3 sektor lokasi longsor. Dan dalam melakukan pencarian korban dilakukan oleh TNI, Polri, Basarnas, BPBD Nganjuk, Tagana dan relawan.

Penulis : Satrio CK / Dhanny.
Editor : Agus Dwi Cahyono.

Previous articleAkhiri Masa Jabatan Sebagai Wabup, Darma Wijaya Serahkan Aset ke Pemkab Sergai
Next articleMPR Dorong Masyarakat Bantu Pertumbuhan Ekonomi