
Kabupaten Banjar, PONTAS.ID – Ribuan warga Kabupaten Banjar terpaksa dievakuasi dari lokasi banjir dan mengungsi ke tempat aman menyusul ketinggian banjir terus naik hingga mencapai 1 meter merendam pemukiman warga.
Pj Camat Martapura, Muhammad Ramli, memastikan, ada sekitar 2.500 jiwa yang sudah dievakuasi dari lokasi banjir di 21 desa dan kelurahan di Kecamatan Martapura.
“Di Aula Kecamatan Martapura ada 99 warga Desa Bincau dan Desa Bincau Muara yang meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi,” terang Ramli, di Kantor Kecamatan Martapura, Rabu (13/1/2021).
Sementara, sisanya 2.400 jiwa menempati tempat ibadah dan fasilitas pendidikan yang aman dari banjir untuk mengungsi.
“Sebagian warga lainnya memilih bertahan dirumah,” sambung dia.

Saat ini, kata Ramli, pihaknya bersama pemerintah daerah berencana membuat dapur umum korban banjir yang diperkirakan berjumlah 18.000 jiwa lebih.
“Banjir sudah berlangsung sekitar 3 minggu. Namun, mulai parah sekitar satu minggu ini. Tentu yang jadi keluhan warga korban banjir soal ketersediaan makanan. Rencananya, kita buat dapur umum korban banjir di 18 titik desa dan kelurahan,” beber Ramli.
Dikatakan Ramli, banjir sudah merenggut satu jiwa warga Kelurahan Tanjung Rema Darat Kecamatan Martapura akibat tidak bisa berenang.
“Iya, ada satu warga kita yang meninggal saat terjadi banjir beberapa hari yang lalu,” ujar Ramli.
Tokoh masyarakat Desa Bincau Muara, Masdar, mengatakan, aktivitas ekonomi warga setempat mengalami lumpuh total akibat banjir setinggi pinggang orang dewasa merendam jalan dan rumah.
“Warga di sini kebanyakan perajin kembang. Memetik kembang saja tidak bisa, apalagi untuk merangkai,” keluh Masdar.
Dirincikan Masdar, Desa Bincau Muara Kecamatan Martapura ada 144 rumah yang ditinggali 1.500 jiwa lebih terdampak banjir.
“Semuanya terdampak dengan ketinggian bervariasi. Paling parah ketinggian banjir hingga satu meter lebih didalam rumah,” sebut mantan Kepala Desa Bincau Muara ini.
Sebagian warga, lanjut Masdar, memilih untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman, baik ke tempat pengungsian dari pemerintah setempat maupun ke rumah keluarga dan kerabat yang aman dari banjir.
“Sebagian lagi memilih bertahan karena ketinggian air didalam rumah tidak terlalu tinggi,” terang Masdar.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Irwan Kumar, mengaku belum mengantongi keseluruhan jumlah warga yang menjadi korban banjir.
“Yang jelas ada 9 kecamatan yang terdampak banjir. Untuk jumlah desa dan kelurahan serta jiwa yang menjadi korban kita belum dapat sepenuhnya laporan dari pemerintah kecamatan,” kata Irwan, di ruang kerjanya, Rabu (13/1/2021).
Lebih lagi, sambung Irwan, pemerintah daerah sudah mulai mengirimkan bantuan makanan untuk warga korban banjir agar tidak sampai kelaparan.
“Selasa (12/1/2021), Bupati Banjar sudah menyerahkan bantuan makanan untuk 2 kecamatan. Hari ini, dikirimkan lagi untuk semua kecamatan terdampak banjir,” ucap Irwan.
Irwan pun mengimbau, warga Kabupaten Banjar untuk tetap tenang dan tidak panik menyusul prediksi dari BMKG terkait puncak musim penghujan hingga akhir Bulan Januari 2021.
“Hujan diprediksi sampai akhir bulan ini, warga tetap tenang dan hati-hati menggunakan listrik agar tidak sampai terjadi konsleting dan memakan korban jiwa,” tutup Irwan.
Penulis: Mohammad Apriani
Editor: Riana


























