Banpres Usaha Mikro Sudah Tersalur 92 persen

Menkop UKM, Teten Masduki (Foto: Setkab)

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, menuturkan bahwa Bantuan Presiden Produktif bagi Usaha Mikro (Banpres PUM) telah tersalurkan sebesar 92 persen atau 11 juta usaha mikro dari total 12 juta usaha mikro.

“Banpres produktif usaha mikro sudah 92 persen atau 11 juta lebih, dari target 12 juta usaha mikro,” ungkap Teten, dalam keterangannya, Rabu (9/12/2020).

Teten bilang, penyaluran Banpres PUM seharusnya bisa dipercepat. Namun, masih menunggu beberapa daerah di wilayah Indonesia Timur yang kuotanya belum terpenuhi. Kata Teten, alasan pemerataan pun menjadi pertimbangannya.

“Sebenarnya bisa dipercepat, namun masih menunggu di beberapa daerah di wilayah Timur yang kuotanya belum terpenuhi. Kita harus perhatikan juga aspek pemerataan,” ujarnya.

Lebih jauh, ia pun memastikan pada 2021, Banpres PUM akan dilanjutkan atas instruksi Presiden Jokowi. Ia mengatakan, sektor UMKM, khususnya usaha mikro, masih terpukul akibat pandemi covid-19.

InsyaAllah tahun depan akan dilanjutkan. Presiden sudah instruksikan karena UMKM masih berat terutama di mikro,” terangnya.

Di sisi lain, Teten telah mengusulkan kepada DPR agar anggaran program Banpres produktif ditambah sebesar Rp48 triliun bagi 20 juta pelaku usaha mikro.

“Kami usulkan juga dengan DPR, penerima 20 juta usaha mikro dengan total Rp48 triliun,” tambah dia.

Namun demikian, hal itu akan dibahas ditingkat Komite Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), karena bukan merupakan anggaran rutin Kemenkop UKM.

Ia pun mengusulkan, agar pelaku usaha yang telah mendapatkan banpres produktif usaha mikro sebesar Rp2,4 juta, mendapatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) super mikro di bawah Rp10 juta dengan bunga nol persen.

Berdasarkan data KemenkopUKM, sampai saat ini ada sebanyak 28 juta pelaku usaha mikro yang menginginkan banpres produktif. Namun, pemerintah hanya sanggup mengucurkan 12 juta.

“Kita evaluasi. Ke depan yang mendapatkan harus yang baru. Karena ada 28 juta yang minta. Kita hanya memberikan 12 juta,” kata Teten.

Teten pun berharap, penerima bantuan tersebut ke depannya dapat menjalankan usahanya.

“Selain itu mereka menjadi bankable dan terhubung dengan lembaga pembiayaan, agar dapat meningkatkan usahanya,” pungkasnya.

Penulis: Riana

Editor: Luki Herdian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here