Dalami Bentrok dengan FPI, Propam Polri Terjunkan 30 Personel

Jakarta, PONTAS.ID – Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo membentuk tim terdiri dari 30 personel untuk menginvestigasi kasus tewasnya enam laskar FPI di di tol Jakarta -Cikampek Km 50, pada Senin (7/12/2020) dini hari.

Tim, ditugaskan mencari tahu apakah tindakan anggota Polda Metro Jaya ketika itu sebagai bentuk bela diri sesuai Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 1/2009 dan Nomor 8/2009 atau tidak.

Meski demikian, Sambo memastikan tim yang dibentuknya bukan karena adanya indikasi pelanggaran dalam peristiwa itu. “Kami bertugas mengecek penggunaan kekuatan sudah sesuai Perkap atau belum. Akibat penyerangan itu, ada tindakan kepolisian yang menyebabkan penyerang meninggal dunia,” kata Ferdy, Rabu (9/12/2020).

“Itu yang kami lakukan pengawasan, apakah sudah sesuai dengan Perkap terkait penggunaan kekuatan. Kalau sesuai penggunaan kekuatannya berdasarkan Perkap, akan disampaikan secara transparan,” tuturnya.

Sambo menjelaskan, Tim Propam yang berjumlah 30 orang saat ini sedang bekerja mengungkap kebenaran kasus ini. “Sesuai arahan Kapolri, tim harus bekerja optimal, bekerja cepat, transparan dan akuntabel serta mampu menjawab keraguan publik,” tukasnya.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes. Pol. Tubagus Ade Hidayat, menegaskan penyerangan oleh laskar FPI terhadap polisi bukan rekayasa. Polisi, kata dia punya barang bukti yaitu voice note atau rekaman suara berisi percakapan antara anggota laskar khusus saat peristiwa ini terjadi.

Dari bukti voice note itu, rombongan laskar khusus pengawal Rizieq Shihab kata Tubagus sudah mengetahui diikuti oleh mobil polisi.

“Itu nyata dan tidak mengada-ada, terlihat, terdengar di dalam voice note tersebut. Itu fakta-faktanya,” ucapnya.

Penulis: Armando Manalu
Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here