Tuntut Bonus 4 Bulan Gaji, Karyawan Perkebunan PT Socfindo Sumut Mogok Kerja

Sergai, PONTAS.ID – Diperkirakan lebih seribuan pekerja karyawan perkebunan Perusahaan Milik Asing (PMA) PT Socfindo, melakukan aksi mogok kerja karena menuntut hak karyawan terkait pemberian bonus setahun sekali.

Pantauan awak media ini di kantor Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan Kebun Matapao, Kecamatan Teluk Mengkudu, para karyawan yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertanian Perkebunan/Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPPP/SPSI), tampak duduk dibawah pohon sekitar kantor Afdeling dan Balai Karyawan, Selasa (14/6/2022).

Dari beberapa karyawan mengungkapkan, kalau Pengurus Pimpinan Unit Kerja (PUK) FSPPP-SPSI sedang berada di kantor manager Kebun Matapao, untuk menyampaikan tuntutan karyawan.

Hal serupa juga terjadi di perkebunan PT Socfindo Bangun Bandar yang berlokasi di Desa Martebing, Kecamatan Dolok Masihul, Sergai, dimana di perkebunan ini juga mempunyai (PKS) milik PMA PT Socfindo.

Hampir seratusan karyawan tampak memadati halaman luar kantor Manager Kebun Bangun Bandar, tapi suasana tetap tenang dan kondusif tanpa melakukan orasi apapun, kecuali Pengurus PUK FPPP – SPSI yang sedang menemui Manager Kebun.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) FSPPP – SPSI, Gober ketika ditemui disela-sela aksi mogok kerja dihalaman Kebun PT Socfindo Bangun Bandar mengatakan, aksi yang dilakukan oleh para rekan karyawan akan dilakukan mulai hari ini (Selasa 14/6/2022) hingga Kamis (16/6/2022).

“Atau selama 3 hari dan ini dilakukan oleh karyawan perkebunan PT Socfindo se Sumatera Utara (Sumut), kecuali tuntutan para karyawan secepat nya bisa dipenuhi General Manager PT Socfindo,” jelas Gober.

“Sudah 3 tahun para karyawan hanya menerima bonus sebesar 3 bulan gaji, sebelumnya bonus diberikan senilai 4 bulan gaji. Karena pandemi Covid-19, para karyawan juga maklum kalau bonus mereka dipotong satu bulan gaji. Nah, sekarangkan pandemi sudah hampir berakhir dan situasi semakin normal, makanya kita menuntut agar bonus yang diterima karyawan setahun sekali ini dapat dibayarkan seperti semula lagi (4 bulan gaji),” tegasnya.

Apalagi, lanjut dia, situasi ekonomi saat ini tak menentu, harga kebutuhan pokok dan biaya anak sekolah juga sudah diambang pintu, inilah yang diharapkan para karyawan untuk menutupinya.

Ketua DPC FSPPP-SPSI Sergai ini juga menjelaskan, kalau dirinya bersama Pengurus DPC lainnya juga memantau perkebunan PT Socfindo di Tanah Besi, Kecamatan Tebing Syahbandar atau yang berada di wilayah kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).
“Kita memantau agar situasi harus aman dan kondusif,jangan memakai orasi atau tindakan yang merugikan diri karyawan alias anarkis. Jangan sampai niat baik ini,ditunggangi oleh pihak ketiga yang ingin merusak suasana,”tandasnya.
Hingga sore hari, informasi yang diperoleh menyebutkan, kalau Manager Kebun PT Socfindo Bangun Bandar, yang baru beberapa hari lalu mendapat kunjungan Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki, tidak dapat ditemui Pengurus PUK FSPPP-SPSI Kebun Bangun Bandar.
“Kami juga maklum kalau pak Manager atau para Askep dan Asisten lainnya, tak bisa dijumpai. Karena inikan ranahnya General Manager atau kantor Direksi di Medan, bukan kewenangan Manager Kebun. Memang kalau sistem kerja,siapapun tau kalau diperkebunan itu masih memakai sistem kolonial Belanda, pokoknya kalau setingkat Manager atau Asisten sudah macam “Dewa” bagi karyawan kebun,” ucap seorang karyawan.
Sekretaris PUK FSPPP-SPSI Kebun Matapao, Syahrizal yang dikonfirmasi media ini, Selasa (14/6/2022) malam di Balai Karyawan Kebun Matapao mengatakan, sejak tadi siang pihaknya tak bisa menemui Manager Kebun, Robert Sagala yang akrab disebut Rosa.
“Hingga malam ini kami juga sudah berusaha untuk menemui beliau, tapi tak berhasil. Dan ini kami baru siap rapat dengan kawan-kawan dan tetap pada tuntutan semula, dan jika belum berhasil maka akan kami lakukan mogok kerja selama 3 hari,” pungkas Syahrizal.
Penulis : Andi Ebiet
Editor : Fajar Virgyawan Cahya
Previous articleWakil Bupati Tapsel Dorong Lurah dan Kades jadi Teladan Berkeluarga
Next articleSoal Isu Reshuffle, Legislator: Semoga Anggota yang Stagnan Bisa Digerakkan