Karyawan Mogok Kerja, Warga: Jika Berkepanjangan PT Socfindo Bakal Alami Kerugian

Sergai, PONTAS.ID – Ribuan karyawan di perkebunan PT Socfindo yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertanian Perkebunan dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPPO – SPSI) sudah dua hari ini melakukan mogok kerja karena menuntut bonus tahunan yang dibayarkan sebanyak 4 bulan gaji.

Mereka melakukan aski mogok kerja dikarenakan hanya mendapat bonus tahunan dengan dibayarkan sebanyak 3 bulan gaji. Ketua DPC FSPPO-SPSI Sergai, Gober mengatakan, tuntutan yang diperjuangkan oleh rekan-rekannya sudah wajar.

“Sudah tahun ketiga bonus yang diterima karyawan sebanyak 3 bulan gaji, padahal sebelum pandemi Covid-19 bonus yang diberikan sebesar 4 bulan gaji. Kalau yang sudah lalu itu kami maklum akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Tetapi sekarang inikan sudah memasuki endemi.dan wajar jika dikembalikan sepeti 3 tahun yang lalu,” terang Gober.

Apalagi kondisi saat ini, sambung Gober, selain kebutuhan ekonomi yang semakin membengkak, harga sembako melambung tinggi juga ditambah kebutuhan anak sekolah untuk naik kejenjang yang lebih tinggi lagi.

“Tentunya semua itu harus membutuhkan dana yang tidak sedikit, jadi kalau ada penambahan bonus tersebut walaupun hanya sebulan gaji, setidaknya mampu meringankan beban yang dipikul para karyawan kebun,” tandas Gober.

Sementara itu warga Sergai bernama Rusdi (55) ikut mengomentari aksi tersebut. Menurutnya aksi tersebut tidak ada salahnya, karena para petinggi perkebunan milik asing ini paling tidak menaruh perhatian kepada nasib pekerjanya.

“Kalau dihitung dengan harga Tandan Buah Sawit (TBS) per kilogramnya sejak beberapa bulan lalu, harganya cukup tinggi dan tentu laba atau keuntungan pihak perusahaan cukup banyak,” ujar Rudi.

Dengan aksi tersebut, jika dikaitkan dengan maraknya para maling sawit atau yang dikenal “Ninja sawit” karena para karyawan tidak masuk kerja, itu akan merugikan perusahaan.

“Belum lagi produksi minyak CPO yang dihasilkan oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ada diperkebunan milik PT Socfindo, jelas hasil produksinya akan menurun. Kalau aksi ini berkepanjangan, akan mejadi suatu kerugian besar bagi pemilik perkebunan” sindir Rusdi.

Pantauan PONTAS.id, di lokasi PKS Kebun PT Socfindo di Desa Matapao Kecamatan Teluk Mengku, Sergai terlihat beberapa karyawan tidak melakukan aktivitas seperti biasanya.

Penulis: Andy Ebiet
Editor: Ahmad Rahmansyah

Previous articleGelar Operasi Patuh Toba, Satlantas Polres Sergai Terjun ke 5 Titik Berikut
Next articleTersangka Dugaan Korupsi Meningkat, KPK Siapkan Rutan Tambahan di Jakarta Utara