Pandemi, Konsumsi Pupuk Subsidi Melonjak

Jakarta, PONTAS.ID – Penggunaan subsidi pupuk di Indonesia terus meningkat di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya alokasi pupuk subsidi tahun 2020 terus bertambah sebanyak 8,9 juta ton atau senilai Rp 29,7 triliun.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih saat memimpin tim kunjungan kerja Komisi VI DPR RI ke Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (3/12/2020).

“Pertumbuhan tersebut didukung oleh para produsen pupuk yang dapat menjaga kehandalan pabrik meski di tengah pandemi, sehingga dapat beroperasi secara optimal dengan rate yang cukup tinggi, dan produksi setiap tahunnya dapat terus meningkat,” jelasnya dalam keterangan resminya yang dikutip PONTAS.id, Kamis (3/12/2020).

Dikatakannya, pupuk Indonesia melalui para produsen pupuk, yaitu Pupuk Kaltim, Petrokimia Gresik, Pusri Palembang, Pupuk Kujang dan Pupuk Iskandar Muda, akan tetap fokus menjalankan tugas Public Service Obligation (PSO) dalam mendistribusikan pupuk bersubsidi bagi petani guna menjaga produksi pangan nasional.

Hingga saat ini, lanjut politisi Fraksi Partai Golkar itu, total distribusi pupuk bersubsidi kepada petani penerima subsidi yang berdasarkan data e-RDKK telah mencapai sebesar 4.7 juta ton atau setara 59,9 persen dari target RKAP dan pupuk non PSO sebesar 2.3 juta ton atau setara 52,2 persen dari target.

“Guna menjaga produktivitas terus berjalan, Pupuk Kaltim sebagai anak usaha dari Pupuk Indonesia yang ditugaskan untuk menyalurkan pupuk subsidi nasional hingga di 2 per 3 wilayah Indonesia, menyiapkan stok pupuk, tidak hanya pupuk bersubsidi, tapi juga pupuk non subsidi dan pupuk hayati,” pungkasnya.

Penulis: Rahmat Mauliady
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleAPBD 2021, DPRD DKI dan Pemprov Sepakat 84,19 Triliun
Next articleJelang Pilkada, Polda Papua Geser Personel ke 11 Kabupaten