CCTV ATM BRI Pluit Rusak, Karyawan TransJakarta Kehilangan 3,1 Juta

Jakarta, PONTAS.ID – Nasib nahas dialami karyawan TransJakarta, Rifky Kuncoro Setiawan, lantaran ATM nya dibobol Rp.3,1 juta oleh orang tidak dikenal dengan modus menempelkan lem pada lubang ATM. Ironisnya lagi, para pembobol memanfaatkan ATM Bank BRI yang CCTV nya rusak.

“Dari SMS Banking yang masuk ke saya, pencurinya menarik dua kali Rp.1.250 ribu dan satu kali Rp.600 ribu, totalnya Rp.3,1 juta dari ATM Bank BRI di SPBU Pluit yang berada tidak jauh dari Polsek Penjaringan,” kata Rifky saat mengadukan kejadian yang baru dialaminya ke Polsek Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (20/6/2020).

Merespon hal ini, petugas dari Polsek Penjaringan langsung terjun ke lokasi ATM BRI yang berada di SPBU dekat Hotel Aston Pluit, Penjaringan Jakarta Utara, tempat di mana Rifky mengalami kecurian.

Dari salah seorang petugas SPBU, mengaku kejadian pencurian ATM kerap terjadi disebabkan CCTV ATM yang rusak. “Sudah kita beritahukan pe pihak Bank nya, tapi sampai sekarang tidak diperbaiki,” kata petugas SPBU.

Untuk mengantisipasi kejadian berulang, petugas SPBU tersebut kemudian menempelkan kertas bertuliskan “ATM Rusak” di ATM milik BUMN itu.

Kemudian petugas melanjutkan pemeriksaan ke ATM BRI di SPBU Pluit di depan Polsek Penjaringan, lokasi di mana pelaku diduga melakukan penarikan ATM merujuk SMS Banking yang diterima korban.

Sementara itu, dari pengakuan Rifky, kejadian ini bermula ketika ATMnya lengket dan tidak bisa ditarik ke luar. Tak lama, seseorang menyarankan Rifky menekan PIN ATM nya kembali, “Coba masukkan lagi PIN nya,” kata Rifky menirukan ucapan orang yang mendekatinya.

Hanya hitungan menit, kembali Rifky didatangi oleh dua orang yang memaksa masuk ke ruang ATM meski sudah diingatkan korban.

Dengan berbagai cara keduanya berhasil mengalihkan perhatian korban sebelum akhirnya muncul pesan SMS Banking ke ponsel korban yang menyebutkan korban telah menarik dana sejumlah Rp.3,1 juta.

Penulis: M. Abdi Nurroin/Suwarto
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleNew Normal saat Pandemi, Sebuah Pemaksaan Keadaan
Next articleCegah Covid-19 di Jakarta Barat, Wali Kota Minta Mall Bentuk Tim