Harun Masiku Diusulkan Ditembak Mati, DPR: Utamakan Asa Praduga Tak Bersalah

Moh. Rano Al Fath

Jakarta, PONTAS.ID – Banyak kalangan mengusulkan kepada Polri agar Tersangka kasus suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR, Harun Masiku, hingga kini masih menjadi buronan ditembak mati saja.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi III DPR, Mohamad Rano Alfath mengatakan, pada prinsipnya Kapolri sudah tegas memerintahkan Kabareskrim untuk cepat membantu KPK tangkap Harun Masiku.

“Itu sudah berjalan, tapi belum tahu perkembangan terakhirnya seperti apa. Saya yakin Harun Masiku bisa tertangkap karena Kapolri sudah memerintahkan Kabareskrim,” ujar Rano di Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Sebab itu, lanjut Rano, tidak perlu Kapolri mengeluarkan perintah tembak ditempat untuk Harun Masiku. “Prinsipnya tetap harus mengutamakan asas praduga tak bersalah,” katanya.

Politisi PKB ini juga meminta masyarakat untuk sabar dan yakin dengan kinerja Polri dan KPK dalam mengejar buronan Harun Masiku.

“Ketua KPK (Firli Bahuri) juga sudah menegaskan pasti akan ditangkap,” tuturnya.

Adanya isu bahwa Harun Masiku sengaja disembunyikan oleh pihak-pihak yang tak bertanggungjawab, Rano menilai hal itu baru sebatas opini yang berkembang di masyarakat. Sebab itu, tambahnya, Komisi III DPR akan mendalami isu tersebut dalam rapat bersama Polri maupun KPK.

“Prinsipnya Komisi III mendukung kinerja Polri dan KPK,” katanya.

Diketahui, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane pun menilai Kapolri Jenderal Idham Azis sudah saatnya mengeluarkan perintah tembak di tempat terhadap buronan Harun Masiku. Sehingga, semua anggota Polri bisa dengan serius menangkap politikus Partai Demokrat yang lompat ke PDIP itu, dalam keadaan hidup ataupun mati.

IPW menilai sikap tegas itu perlu dilakukan Polri, setelah Kapolri menyatakan sudah menyebar DPO (Daftar Pencarian Orang) terhadap Harun Masiku ke 34 Polda dan 504 Polres di seluruh Indonesia.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Riana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here