Tarik Ulur Dana Hibah, Pilkada Sergai Nyaris Gagal

Sergai, PONTAS.ID – Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) kepada KPU Sergai dan Bawaslu Serdang Bedagai (Sergai), untuk Pilkada Serentak Tahun 2020, akhirnya diteken Bupati, KPUD dan Bawaslu usai pelantikan Sekdakab Sergai, di Aula Sultan Serdang di Sei Rampah, Jumat (1/11/2019). Penandatanganan ini dilakukan setelah tarik menarik soal besaran dana yang dibutuhkan dalam pesta demokrasi di Sergai itu.

Penandatanganan dilakukan Bupati Sergai, Soekirman, Ketua KPUD, Erdian Wirajaya dan Ketua Bawaslu, Agusli Matondang disaksikan Ketua Sementara DPRD, Riski Ramadhan Hasibuan, Wakil Bupati, Darma Wijaya dan Sekdakab Sergai yang baru dilantik, Faisyal Hasyrimi.

“Ya, itu tentunya sudah melalui penjabaran dan perhitungan yang akurat dari Kemendagri. Tinggal lagi bagaimana prosesnya di pilkada sesuai yang sudah diprogramkan, harus dilaksanakan,” jelas Wabup usai melakukan pertandingan persahabatan sepakbola di Pemkab Sergai Old Crack melawan Polres Deli Serdang lapangan PT Socfindo, Jumat sore.

Akibat kejadian ini, Sekretaris KPU Sergai, Darma Eka Subekti pun dicopot dari jabatannya, “Sudah ditarik kembali ke jajaran Pemkab Sergai guna penyegaran dan peningkatan karir. Siapa nanti yang menggantikan itu kewenangan Pak Bupati,” tutupnya.

Sebagai informasi, penandatanganan NPHD Sergai ini sempat terkendala hampir sebulan, dari batas waktu yang ditetapkan sesuai tahapan aturan Pilkada.
Pasalnya, KPUD ngotot meminta penambahan anggaran menjadi Rp.43 miliar, dari yang sudah disetujui Badan Anggaran (banggar) sebesar Rp.35 miliar.

KPU Sergai berdalih, dengan adanya Surat Menteri Keuangan RI Tahun 2019,yang menyatakan bahwa honor penyelenggara pemilu di luar Komisioner KPU naik rata-rata 40 – 50 persen.

Bahkan perseteruan ini sempat ramai di media sosial FaceBook antara mantan Ketua DPRD Sergai Syahlan Siregar dan Ketua KPU, Erdian Wirajaya.

Setelah melalui proses panjang tersebut, akhirnya Kemendagri menyetujui NPHD ke KPU Sergai menjadi Rp.36,5 miliar dan untuk Bawaslu Sergai, dari anggaran semula Rp.7 miliar menjadi Rp. 10 miliar.

Penulis: Andy Ebiet
Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here