Hadiri KRTI 2026 di IKN, Ketua DPD RI Sultan Najamudin Dorong Mahasiswa Berani Jadi Pemimpin dan Inovator

PENAJAM PASER UTARA, PONTAS.ID — Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin secara mengejutkan hadir di tengah ratusan mahasiswa peserta Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026 di Hall Kemenko III, Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin malam (21/9/2026).

Kehadiran Sultan bersama Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono disambut antusias oleh sekitar 500 mahasiswa teknik dari 43 perguruan tinggi yang mengikuti rangkaian KRTI 2026. Bahkan, kehadiran Ketua DPD RI tersebut turut mengejutkan Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Prof. Dr. Agus Rubiyanto.

Dalam kesempatan tersebut, Sultan memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar berani mempersiapkan diri menjadi pemimpin sekaligus inovator masa depan Indonesia.

“Anak muda harus berani memimpin. Jangan menunggu masa depan datang. Persiapkan diri kalian mulai sekarang untuk menjemputnya,” ujar Sultan di hadapan para peserta.

Menurut Sultan, generasi muda memiliki peran penting dalam mempersiapkan Indonesia menuju Indonesia Emas. Karena itu, mahasiswa diminta membangun kepercayaan diri dan tidak merasa rendah diri ketika berhadapan dengan bangsa lain.

“Jangan merasa rendah diri, jangan anggap bangsa lain selalu lebih hebat,” tegasnya.

Sultan mengatakan, pengalaman sejarah panjang penjajahan turut meninggalkan rasa inferior pada sebagian masyarakat Indonesia. Kondisi tersebut, menurut dia, harus diubah dengan membangun keyakinan bahwa bangsa Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing dan menjadi negara maju.

KRTI 2026 untuk pertama kalinya digelar di Ibu Kota Nusantara. Sultan menilai momentum tersebut memiliki arti penting karena mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dengan lingkungan pembangunan kota masa depan.

“Bonus demografi, perkembangan teknologi, serta pembangunan IKN menjadi momentum yang harus dimanfaatkan untuk melahirkan pemimpin dan inovator baru,” katanya.

Sultan juga menceritakan perjalanan kepemimpinannya yang dimulai dari organisasi pengusaha muda, kemudian menjadi Wakil Gubernur Bengkulu, senator, Wakil Ketua DPD RI, hingga dipercaya menjadi Ketua DPD RI.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan tidak lahir secara instan, melainkan dibangun melalui keberanian, kerja keras, pengalaman berorganisasi, serta kemauan untuk terus belajar.

Dalam kesempatan itu, Sultan juga menyoroti potensi teknologi robot terbang atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang dikembangkan para mahasiswa.

Menurutnya, teknologi tersebut memiliki banyak manfaat yang dapat dikembangkan untuk kepentingan masyarakat, antara lain pemetaan wilayah, mitigasi bencana, pengawasan lingkungan, logistik, pertanian, hingga pengelolaan infrastruktur.

“Robot yang kalian kembangkan hari ini bukan hanya untuk diperlombakan. Teknologi ini harus bisa memberi manfaat bagi masyarakat dan membantu Indonesia menghadapi tantangan di masa depan,” ujar Sultan.

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan KRTI di IKN. Menurutnya, kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah menunjukkan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berbicara mengenai pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga menyangkut pengembangan sumber daya manusia, riset, inovasi, dan teknologi.

Sultan berharap IKN dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk berinovasi, berkolaborasi, sekaligus menguji berbagai gagasan baru.

“Indonesia Emas tidak cukup hanya dibicarakan. Indonesia Emas harus dipersiapkan dan diwujudkan oleh generasi muda yang berani mengambil tanggung jawab,” katanya.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan, Nusantara dirancang sebagai kota masa depan yang cerdas, hijau, inklusif, dan berbasis teknologi.

Karena itu, menurut Basuki, IKN terbuka untuk menjadi ruang kolaborasi sekaligus living laboratory bagi pengembangan berbagai inovasi anak bangsa.

Basuki menilai KRTI memiliki nilai strategis karena mempertemukan kreativitas mahasiswa dengan kebutuhan pembangunan kota modern.

“Kami berharap KRTI tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga melahirkan inovasi yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi Indonesia,” kata Basuki.

KRTI 2026 berlangsung pada 21-25 September 2026 dan diikuti 94 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Para peserta berkompetisi dalam lima kategori, yakni Racing Plane, Fixed-Wing, Vertical Take-Off and Landing (VTOL), Technology Development, serta Long Endurance Low Altitude (LELA).

Penyelenggaraan KRTI di IKN juga mempertemukan unsur perguruan tinggi, pemerintah, industri, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem riset, inovasi, serta pengembangan talenta teknologi nasional.

Previous articleBupati Cup 2026 Resmi Dibuka di Gempol, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Voli Kabupaten Pasuruan
Next articleFilep Wamafma Soroti Hak Daerah Penghasil dalam RUU Migas