Gegara Kinerja P2KD, Pilkades Firdaus Batal, Desa Pekan Tg Beringin Nyaris Kisruh

Suasana ketika aksi warga hingga terhentinya pemilihan akibat protes.

Sergai, PONTAS. IDLebih 8000-an warga Desa Firdaus dari 15 Dusun yang terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT)ada yang sudah sejak pagi mempergunakan haknya untuk memilih Kepala Desa, ternyata menjelang sore mendengar kabar jika Pilkades dibatalkan dan diundur akibat tidak profesionalnya Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD), Rabu (30/10/2019).

Bahkan, hal itu nyaris menimbulkan keributan dan aksi protes dari warga, yang menuntut hak pilihnya menjadi terlantar.

P2KD Firdaus hanya membuat 1 TPS dengan 1 jalur pintu masuk dan 1 pintu keluar berlokasi di lapangan bolakaki Desa Firdaus.

Antara pukul 10.00 – 12.00 WIB, pemilih berbondong-bondong ke TPS. Dan semula antrian teratur di lapangan yang becek,  karena  lambannya petugas pemilih mendata dan memberikan surat suara bahkan ada praktek ‘tebang pilih’, pemilih yang sudah lama menunggu serempak menerobos masuk kedalam TPS.

Menurut pentauan, jalur 1 pintu ini tidak efisien dan membuat petugas kewalahan dalam mendata pemilih yang datang. Panitia sempat menyetop pemilih yang akan masuk untuk mendaftar mencoblos, akhirnya suara protes warga mulai muncul.

“Kenapa kami yang sudah lama antri dan mendaftar, tapi tidak diberikan kertas suara untuk mencoblos sementara mereka yang baru datang, langsung dikasi surat suara,apa ini ada permainan?,”ungkap beberapa warga dengan nada keras.

Aksi ini mendapat respon dari pemilih lainnya. Dan lagi-lagi panitia menunda pemberian surat suara. Akhirnya, panitia mengambil inisiatif, yakni membagikan kertas suara di luar TPS melalui para Kepala Dusun, pengakuannya sudah melalui musyawarah dengan kelima Cakades yang duduk di depan Kotak Suara. Tapi, tindakan ini justru menjadi pemicu kekisruhan, karena dinilai berindikasi “curang” diduga ada pemilih yang mendapat lebih dari satu surat suara.

Puncaknya, warga lakukan aksi protes disertai marah dan meminta Pilkades dibatalkan Kekisruhan itu juga membuat 4 calon Kades yang semula duduk di tenda VIP langsung meninggal an lokasi TPS. Sedangkan cakades incumbent tetap bertahan.

Guna memcegah aksi anarkis, pemilihan dihentikan oleh personil pengamanan dari Polisi dan TNI dibantu Satpol-PP guna meredam kemarahan warga yang meminta pemilihan dibatalkan.

Alhasil, akibat panitia tidak becus akhirnya persoalan ini dibawa ke Pemkab Sergai, dan kelima calon, P2KD, BPD dan Plh Kades Firdaus dipanggil untuk musyawarah, agar persoalan ini tidak sampai merusak kondusifitas Pilkades.

Para Cakades yakni, Syafaruddin, Ridwan Rangkuti, Dedi Irwansyah dan Zulkarnain Panjaitan, di hadapan Wabup Sergai H. Darma Wijaya, Plt Asisten I, Fajar Simbolon, Kadis PMD, H. Ikhsan dan Muspika Sei Rampah semula ngotot meminta Pilkades Firdaus dibatalkan.

“Kami sepakat dengan uraian pak Asisten I dan Kadis PMD, tentang regulasi, agar suasana aman dan kondusif kami atas nama ribuan masyarakat legowo jika Pilkades hari ini batal, dan akan dilanjutkan pada Tahun 2022 mendatang. Yang penting, hari ini kondusif, aman dan tidak kisruh,”kata Zulkarnain Panjaitan, yang disepakati ketiga Cakades lainnya.

Hanya, Cakades incumbent, Edicon Sinulingga, saja yang meminta agar pemilihan dilanjutkan, supaya sesuai dengan peraturan.

Setelah sekian jam berdebat, apalagi waktu sudah menjelang Maghrib dan tak mungkin lagi P2KD melanjutkan pemilihan. Berkat mediasi Wabup Darma Wijaya, alhirnya diambil kata sepakat yang dituangkan diatas kertas, bahwa Pilkades hari ini Batal atau di tunda dan akan dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 2019.

Terkait biaya penyelenggara an Pilkades nanti, akan ditanggung sepenuhnya oleh kelima Cakades dan bantuan pribadi Wabup Darma Wijaya.

Hingga pukul 24.00 WIB, baru 70 Desa dari 121 desa yang ikut Pilkades di 16 Kecamatan yang sudah selesai melakukan penghitungan suara. Informasi dari Dinas PMD, lebih 50% kades incumbent kalah telak di desanya.

Penulis: Andy Ebiet

Editor: Riana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here