Demi Sawit, Indonesia Cari Sekutu Sampai AS

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar

Jakarta, PONTAS.ID – Saat ini, Pemerintah terus mencari dukungan dari terkait penggunaan minyak sawit sebagai bahan bakar ramah lingkungan dan sebagai bagian dari bahan baku energi berkelanjutan (Energi Baru Terbarukan/EBT).

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, mengatakan beberapa organisasi energi dunia sudah menyatakan dukungan terhadap kebijakan Indonesia yang terus mendorong penggunaan biodiesel.

Adapun, beberapa organisasi yang disasar Arcandra untuk mensosialisasi penggunaan biodiesel seperti International Energy Agency (IEA), The International Renewable Energy Agency (IRENA), bahkan pemerintah Amerika Serikat (AS).

“Kami dalam rangka bukan cari musuh. Nah, ini strategi saya mencari alliance (sekutu). At least saya dapatkan dari IEA, IRENA, dan US (dukungan). Ini usaha aktif kita,” kata Arcandra, di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Lebih lanjut, Arcandra mengatakan, upaya ini dilakukan untuk mencari pasar baru produk minyak kelapa sawit di luar negeri.

Ia pun mengklaim, ketiga pihak tersebut telah mengakui dan mendukung kebijakan pemerintah Indonesia yang terus mendorong penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar pengganti minyak bumi.

Meski demikian, tambah Arcandra, pemerintah tidak akan terburu-buru untuk mengejar konsumen potensial di luar negeri. Ia bilang, masih ada beberapa aspek yang harus dikaji dan dipersiapkan, misalnya aspek teknologi yang harus bisa kompetitif, dan aspek komersial.

“Dan dukungan negara yang bisa lihat biosolar, FAME ini bisa jadi komponen green energy. Ini cari dukungan dan kita punya kepentingan untuk biodiesel. FAME, green diesel ini agar bisa diterima green energy,” pungkas Arcandra.

Sebagaimana diketahui, industri minyak sawit (crude palm oil/CPO) mengalami tekanan bertubi-tubi beberapa waktu belakangan. Salah satunya terkait larangan Komisi Uni Eropa (UE) menghapus penggunaan minyak kelapa sawit CPO sebagai bahan bakar. Kampanye anti-sawit pun menggelora di wilayah Uni Eropa sebagai salah satu pasar ekspor terbesar CPO Indonesia.

Penulis: Ririe

Editor: Hartono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here