Pengembangan Energi Terbarukan Terkendala Pengaturan Tarif

Menteri ESDM, Ignasius Jonan

Jakarta, PONTAS.ID – Pemerintah tetap berkomitmen meningkatkan kapasitas Energi Baru dan Terbarukan (EBT) hingga 23 persen untuk kelistrikan dan transportasi di tahun 2025.

Hal ini ditegaskan Menteri ESDM Ignasius Jonan pada Peluncuran Badan Layanan Umum Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kelistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (KEBTKE) di Surabaya, Kamis (12/4/2018) lalu.

“Komitmen Pemerintah untuk mencapai bauran energi atau energy mix 23 persen untuk kelistrikan dan transportasi di 2025 itu tetap akan dilaksanakan. Semaksimal yang kita bisa,” kata Jonan, seperti dilansir laman esdm.go.id, Sabtu (14/4/2018).

Jonan juga meminta kepada BLU PPSDM KEBTKE untuk mendorong agar masyarakat dan industri sadar akan pentingnya bauran energi. “Bapak Presiden Joko Widodo telah tanda tangan komitmen tentang climate change di Paris (COP 21), Desember 2015, dan komitmen itu tetap jalan,” imbuhnya.

Namun Jonan mengakui adanya tantangandari segi tarif, bukan teknologi. “Karena kalau sampai 23 persen ini membawa dampak kenaikan tarif listrik, pasti masyarakat banyak yang menentang. Ini kita berharap, kalau kita menerapkan Pancasila Sila ke-5, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, kita akan berusaha tarif listrik itu terjangkau,” ujar Jonan.

Selain itu, Kementerian ESDM juga mendorong pembangunan pembangkit EBT sesuai dengan potensi daerah masing-masing untuk mendorong pemanfaatan EBT. “Kita akan mencoba mendorong EBT untuk sesuai dengan daerah masing-masing. Makanya di Dewan Energi Nasional (DEN) juga turun ke provinsi untuk membuat Rencana Umum Energi Daerah (RUED),” pungkasnya.

Editor: Hendrik JS

Previous articleLusa Perbaikan Tol Japek Dimulai, Pengendera Diminta Hati-hati
Next articleAkhir Pekan, Sebagian Jakarta Diguyur Hujan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here