ESDM Restui Freeport Indonesia Tambah Kuota Ekspor 500 Ribu Ton

Tambang Freeport (ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian ESDM akhirnya memberi restu penambahan kuota ekspor konsentrat tembaga PT Freeport Indonesia (PTFI). Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Ditjen Mineral dan Batu bara Kementerian ESDM, Yunus Saefulhak, mengatakan, izin tersebut telah sesuai dengan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) dari

“Sudah selesai, sudah keluar. Sudah keluar izinnya,” kata Yunus, di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Yunus menyebut, tambahan kuota ekspor konsentrat yang didapat Freeport Indonesia sekitar 500.000 ton atau menjadi 700.000 ton dari kuota ekspor sebelumnya mencapai 198.282 ton.

“Satu Maret 198 (ribu), 200 (ribu) lah ya. Nah direvisi yang itu menjadi sesuai dengan RAKB (rencana kerja dan anggaran biaya)-nya, yaitu sekitar 700an (ribu) ton. Totalnya 700,” paparnya.

Adapun, Yunus bilang bahwa penambahan kuota ekspor tidak mempengaruhi target produksi yang sudah ditetapkan. Perusahaan mendapatkan kuota produksi yang sudah dikantongi PTFI sekitar 1,25 juta ton konsentrat tembaga di tahun 2019. Nantinya, sekitar 1 juta ton akan dipasok ke dalam negeri, sedangkan sisanya akan diekspor.

Ia pun menjelaskan, penambahan ini dimungkinkan lantaran ada optimalisasi produksi pada tambang terbuka di Grasberg. Kata dia, usia penambangan Grasberg lebih panjang dari proyeksi awal yang diperkirakan tutup tambang pada pertengahan tahun ini.

“Kemarin kan seolah close pertengahan (2019), ternyata tidak. Ada potensi-potensi, masih ada optimalisasi dari tambang terbuka,” tuntasnya.

Penulis: Ririe

Editor: Stevanny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here