Jakarta, PONTAS.ID – Pasca dilantik dan resmi menjadi anggota DPRD DKI Jakarta Zita Anjani berjanji akan memperjuangkan nasib guru PAUD (Pendidikan Anak usia Dini). Hal itu diungkapkan Zita ketika tasyakuran di posko sahabat Zita di Jl. Nusa Indah Raya No 1, Cipinang Indah, Jakarta Timur, Sabtu (7/9/2019) malam.
“Sesuai dengan visi misi saya pada saat kampanye, hal yang akan kami lakukan yaitu bedah PAUD dan ingin memberikan insentif kepada guru-guru PAUD yang saat ini mayoritas perempuan. Dan, perempuan juga menjadi penunjang ekonomi di tempatnya masing-masing,” ujarnya.
Zita mencontohkan beberapa petugas di Pemprov DKI Jakarta yang telah memiliki gaji meliputi, PPSU , Jumantik, Supir Busway. “Kenapa ini kok guru PAUD yang mayoritas perempuan terlantar alias belum memiliki gaji,” imbuhnya.
Zita mengatakan, PAUD yang ingin ia perjuangkan itu namanya PAUD SPS, Paud ini diperuntukkan bagi kalangan masyarakat tidak mampu dan tidak ada biaya.
Ia menambahkan, saat ini gaji pengajar itu dinilai sangat minim lantaran dibayar dengan hanya sukarela.
“Sedangkan guru-guru di sini kan mengajar seminggu lima hari dan mereka butuh transport, makan dan lainnya. Dan bedah PAUD yang saya maksud di sini meliputi bedah dan merenovasi tempat PAUD yang tadinya kurang layak menjadi layak,” terang Zita.
Zita yang juga Pemilik organisasi Bunda Pintar Indonesia menambahkan, ide bedah PAUD itu muncul karena sebelumnya ia juga merupakan guru dan pengelola sekolah PAUD.
Penulis: M. Arfani
Editor: Pahala Simanjuntak




























