Jakarta, PONTAS.ID – Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dinilai masih perlu untuk mengembangkan infrastuktur serta fasilitas transportasi yang terletak di Kepulauan Seribu bagian utara.
Pendapat tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Didien Junaedy. Pasalnya menurut dia, pulau resort banyak terdapat di kawasan Kepulauan Seribu bagian utara tersebut.
“Harus ada kemudahan terutama untuk pulau resort di utara, kalau di selatan tidak masalah karena kebanyakan pulau penduduk,” kata Didien kepada wartawan di Jakarta, Kamis (13/6/2019).
Menurut Didien, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan di Kepulauan Seribu saat libur Lebaran seharusnya bisa dijadikan sebagai titik awal dari usaha memajukan pariwisata di Kepulauan Seribu.
Meski demikian, peningkatan jumlah kunjungan di Kepulauan Seribu pada saat musim Lebaran 2019 dibandingkan tahun sebelumnya, masih belum bisa dijadikan ukuran yang mengindikasikan peningkatan minat wisatawan atas destinasi tersebut.
Untuk diketahui, jumlah wisatawan di Kepulauan Seribu saat libur Lebaran 2019 dibandingkan dengan tahun sebelumnya memang meningkat. Dimana pada 31 Mei hingga 9 Juni 2019 (Idul Fitri jatuh pada 5-6 Juni), jumlah wisatawan yang mengunjungi Kepulauan Seribu mencapai 65.685 pengunjung dengan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 754 pengunjung.
Sementara pada tahun sebelumnya yaitu 11-17 Juni 2018 (Idul Fitri jatuh pada 14-15 Juni), jumlah wisatatawan yang mengunjungi Kepulauan Seribu hanya mencapai 48.731 pengunjung.
Karena itu Didien menegaskan, Pemprov DKI perlu untuk memberikan daya dukung yang baik, agar okupansi di pulau resort Kepulauan Seribu bisa mencapai angka 50 persen, dan menyediakan akses langsung dari pelabuhan di Jakarta Utara menuju pulau resort.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, Sigit Wijatmoko mengatakan hanya tersedia 136 kapal yang melayani perjalanan dari dan menuju Kepulauan Seribu, baik itu kapal tradisional maupun kapal yang disediakan oleh Dishub, PT Pelni, maupun swasta.
Disamping itu, masih terdapat banyak pelabuhan dan kapal rakyat yang beroperasi tanpa izin dan melayani wisatawan yang mengunjungi Kepulauan Seribu. Menurut Sigit, terdapat tiga pelabuhan liar yang seluruhnya beroperasi di pesisir Tangerang yaitu di Cituis, Muara Saban, dan Tanjung Pasir.
“Jaraknya relatif dekat dengan Kepulauan Seribu, tetapi spesifikasi kapal mereka tidak bisa diberikan surat izin berlayar karena memang tidak sesuai standar,” kata Sigit.
Untuk mengembangkan transportasi dari dan menuju Kepulauan Seribu, dia mengatakan pihaknya telah menyusun master plan transportasi perairan yang secara keseluruhan sudah selesai sejak 2018.
Penulis: Risman Septian
Editor: Stevanny




























