Ingin Mudik Lancar lewat Tol Jakarta-Cikampek? Pahami 8 Pengaturan Ini

Direktur Operasi Jasa Marga, Subakti Syukur saat mendampingi Kakorlantas, Irjen Pol Refdi Andri memantau kesiapan pengaturan lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Minggu (26/5/2019)  

Jakarta, PONTAS.IDPT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) menerapkan enam upaya demi melancarkan arus mudik dan arus balik Lebaran 2019. PT JJC merupakan anak usaha Jasa Marga.

Hal ini diungkapkan Direktur Operasi Jasa Marga, Subakti Syukur saat mendampingi Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorlantas), Irjen Pol Refdi Andri memantau kesiapan pengaturan lalulintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Minggu (26/5/2019).

Keenam upaya yang dilakukan Jasa Marga tersebut adalah:

  1. Penghentian sementara pekerjaan proyek di seluruh jalan tol mulai Minggu, 26 Mei hingga 15 Juni 2019 mendatang;
  2. Perbaikan jalan yang rusak pada lokasi widening sebagai upaya optimalisasi lajur untuk memperlancar lalu lintas;
  3. Menyiapkan crane dibeberapa titik untuk membantu evakuasi kendaraan besar (jika diperlukan);
  4. Menyiagakan Patroli JJC dan patroli proyek untuk percepatan penanganan gangguan lalu lintas
  5. Mengurangi atau menutup area proyek untuk menghindari kendaraan-kendaraan yang memaksa berhenti diarea proyek demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan; dan
  6. Pengecatan ulang marka jalan dan penambahan rambu himbauan, termasuk pemenuhan lampu di pagar proyek.

Subakti Syukur mengatakan, pekerjaan proyek di jalan tol yang dihentikan akan berdampak positif menjelang arus mudik dan balik karena kapasitas lajur jalan tol dapat bertambah.

“Salah satu contohnya adalah Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated, dimana area yang sebelumnya digunakan sebagai area kerja kini dengan menggeser pagar-pagar pembatas proyek, area tersebut dapat digunakan sebagai lajur bagi pengguna jalan, sehingga akan lebih lancar,” jelas Subakti di lokasi.

Terapkan One Way

Dalam kesempatan tersebut, Kakorlantas, Irjen Pol Refdi Andri juga menjelaskan tentang rencana pengaturan lalulintas Contra Flow (sebagian lajur melawan arah) maupun One Way (seluruh lajur dibuat satu arah) yang akan diberlakukan mulai tanggal 30-31 Mei 2019 dan 1-2 Juni 2019.

Dan untuk Arus Mudik dan 8-10 Juni 2019 untuk Arus Balik, dengan rencana operasi sebagai berikut :

  • Contra Flow akan diberlakukan mulai dari Km 29 sampai dengan Km 61 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, pada pukul 06.00 – 21.00 WIB;
  • One Way diberlakukan mulai dari Km 70 Jalan Tol Jakarta-Cikampek sampai dengan Km 263 Jalan Tol Pejagan-Pemalang, pada pukul 09.00 – 21.00 WIB.

Pemberlakuan skema contra flow dan one way ini juga dengan pertimbangan untuk mengakomodir lalulintas jarak pendek serta lalulintas yang dari dan menuju Bandung. Jalur one way hanya dapat digunakan untuk kendaraan kecil, sedangkan kendaraan besar atau bis serta pengguna jalan dengan jarak pendek agar menggunakan jalur normal.

“Sementara untuk pengguna jalan dengan tujuan jarak jauh seperti Cirebon, Semarang dan seterusnya dapat menggunakan jalur one way sebagai jalur alternatif. Dan untuk pengguna jalan, kecepatan kendaraan yang diizinkan di jalur one way maksimum 80 Km per-jam,” kate Refdi.

Refdi juga mengingatkan kembali bahwa masyarakat agar menggunakan fasilitas diskon 15 persen tarif Lebaran yang diberikan oleh para pengusaha Jalan Tol mulai tanggal 27-29 Mei 2019 untuk arus Mudik dan 10-12 Juni 2019 untuk arus Balik, sehingga volume lalu lintas dapat terdistribusi dan kepadatan tidak terjadi.

Hal yang tidak kalah penting adalah Refdi juga mengimbau kepada pengguna jalan untuk mempersiapkan perjalanannya dengan lebih matang. “Pastikan kendaraan dan pengendaranya prima, isi penuh bahan bakar kendaraan dan pastikan kecukupan saldo uang elektronik,” pungkasnya.

Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Hendrik JS
Previous articleJalin Silaturahmi, Wali Kota Medan Shalat di Masjid Nurul Huda
Next articleJelang Lebaran, YLKI Nilai Fasilitas Rest Area Belum Memadai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here