JAKARTA, PONTAS.ID – Menjelang pelaksanaan Muktamar Rabithah Alawiyah, berbagai diskusi mulai berkembang di kalangan Alawiyyin termasuk pengurus DPW dan DPC Nasional mengenai sosok pemimpin yang dinilai mampu membawa organisasi menghadapi tantangan masa depan.
Prof. Dr. Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim Yang juga salah satu pengurus Rabitah alawiyah Depok menyampaikan bahwa Rabitah alawiyah bulan Desember nanti akan melaksanakan muktamar nasional utk memilih ketua umum.
Sebagai organisasi yang memiliki sejarah panjang dan jaringan yang luas, Rabithah Alawiyah membutuhkan figur yang tidak hanya memahami nilai-nilai organisasi, tetapi juga mampu membangun komunikasi dengan seluruh elemen, mulai dari pengurus pusat, DPW, DPC, para habaib, ulama, akademisi, pemerintah, hingga masyarakat luas.
Dalam berbagai perbincangan yang berkembang di daerah, sejumlah nama dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, dan rekam jejak yang dapat menjadi modal kepemimpinan organisasi ke depan.
Beberapa nama yang kerap disebut dalam berbagai diskusi menjelang Muktamar Rabithah Alawiyah antara lain:
* Habib Muhsin Idrus Alhamid – Anggota Dewan Syuro DPP Rabithah Alawiyah.
* Prof. Muhammad Anis Shahab – Ketua Dewan Mustasyar DPP Rabithah Alawiyah, akademisi dan tokoh yang memiliki jejaring luas di tingkat nasional maupun internasional.
* Ahmad Fahmi Assegaf – Anggota Dewan Syuro DPP Rabithah Alawiyah
* Prof. Muhammad Mohdar Alhamid – Sekretaris Umum DPP Rabithah Alawiyah, mantan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI periode 2012–2017
* Habib Hasan bin Abdulkadir Alatas – Anggota Dewan Mustasyar DPP Rabithah Alawiyah yang dikenal aktif menjalin silaturahmi dengan DPW, DPC, ulama, tokoh masyarakat, akademisi, serta berbagai unsur pemerintahan.
* Prof. Muhammad Baharun – Tokoh pendidikan nasional dan pengasuh lembaga pendidikan.
* Habib Abdusalam Alwi Alhinduan – Ketua DPW Rabithah Alawiyah Kalimantan Barat yang aktif membangun dan mengembangkan organisasi di tingkat wilayah.
Masing-masing figur memiliki pengalaman, jejaring, dan kontribusi yang berbeda. Karena itu, Muktamar mendatang diharapkan dapat menghadirkan proses pemilihan yg menjunjung nilai nilai demokrasi yang melahirkan kepemimpinan terbaik, yang mampu menjaga persatuan, memperkuat peran daerah, serta membawa Rabithah Alawiyah semakin maju , berperan aktif dalam pembangunan, kesejahteraan dan peradaban bangsa .
Namun terdapat kesamaan harapan yang muncul dari berbagai daerah, yaitu hadirnya pemimpin yang mampu merangkul seluruh komponen organisasi, memperkuat hubungan antara pusat dan daerah, menjaga persatuan, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak.
Banyak pengurus daerah juga berharap kepemimpinan Rabithah Alawiyah ke depan tidak hanya kuat di tingkat pusat, tetapi juga dekat dengan akar rumput, mendengar aspirasi daerah, dan mampu menghadirkan program yang dirasakan manfaatnya oleh warga Alawiyyin di seluruh Indonesia.
Muktamar diharapkan menjadi momentum untuk memilih kepemimpinan terbaik yang mampu menjaga marwah organisasi, memperkuat ukhuwah, serta membawa Rabithah Alawiyah semakin berperan dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan di tingkat nasional.















