Bangun Jalan Tol Jakarta-Cikampek, JJC Teken Pinjaman 11,3 Triliun

Penandatanganan pinjaman sindikasi untuk proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated), di Jakarta, Selasa (31/7/2018)

Jakarta, PONTAS.ID – PT Jasamarga Jalan Layang Cikampek (JJC), menerima pinjaman sindikasi sejumlah Rp. 11,363 triliun. Pinjaman sindikasi ini akan digunakan untuk membiayai pembangunan proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated).

Kredit sindikasi tersebut terdiri atas pembiayaan konvensional dan pembiayaan syariah. Fasilitas pembiayaan konvensional. Penandatanganan perjanjian fasilitas kredit sindikasi berjangka waktu 15 tahun tersebut dilakukan di Four Seasons Hotel, Jakarta, Selasa (31/7/2018).

Dalam sambutannya, Kepala BPJT Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna menyatakan bahwa pembiayaan sindikasi untuk Proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) merupakan pembiayaan terbesar untuk kategori jalan tol. Selain itu, pembiayaan yang memadukan antara lembaga keuangan dan perbankan baik konvensional dan syariah terlaksana pertama di proyek tol.

“Banyak sekali terobosan dan inovasi yang dilakukan di proyek jalan tol ini. Baik dari sisi konstruksi dengan teknologi Sosrobahu, dari sisi pembiayaan memiliki nilai terbesar untuk proyek jalan tol. Ini menjadi contoh yang baik untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT JJC Djoko Dwijono memberikan apresiasi atas dukungan perbankan dan lembaga keuangan konvensional dan syariah atas pembiayaan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated). “Kami berharap bahwa dengan dukungan pembiayaan ini, proyek jalan tol sepanjang 36,40 Km bisa selesai awal tahun depan,” ujar Djoko

Royke Tumilaar, Direktur Corporate Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. selaku perwakilan perbankan, menyambut baik kepercayaan kepada pihak perbankan untuk mendukung proyek infrastruktur. “Kami berharap kolaborasi pembiayaan ini dapat membangun infrastruktur untuk Indonesia lebih baik,” ucapnya.

Sebagai informasi. Proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek sendiri memiliki panjang 36,40 Km, membentang dari Ruas Cikunir hingga Karawang Barat (Sta 9+500 s.d. Sta 47+500). Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek diproyesikan untuk beroperasi penuh pada Maret tahun 2019.

Memasuki akhir Juli 2018, progres konstruksi jalan tol ini telah mencapai 40,22 persen. Saat ini hingga Desember 2018, pada proyek tersebut sedang dikerjakan pemasangan steel box girder dengan launcher gantry. Pekerjaan teknis ini berlangsung tiap hari saat window time, yakni pukul 21.00-05.00 WIB.

Nantinya, jalan tol ini berfungsi untuk mengurangi kepadatan panjang yang berada di sepanjang Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek merupakan jalur alternatif bagi pengguna jalan tol yang akan menuju ke Cikampek maupun Bandung.

Jalan tol ini juga dapat menunjang distribusi arus barang dan jasa, baik yang menuju maupun keluar Jakarta dari Jawa Barat dan berlanjut dari atau ke Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Editor: Hendrik JS

Previous articleSekjen Nasdem: Bacaleg yang Terindentifikasi Korupsi Tetap Dicoret
Next articlePVMBG Waspadai Pergerakan Tanah di Lombok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here