Masuk H+3 Arus Balik, Tol Japek Alami Lonjakan Pemudik

Tol Jakarta-Cikampek mulai pukul 11.11 WIB diberlakukan contraflow dari Km 35+600 hingga Km 47 arah Cikampek, Selasa (12/6/2018)

Jakarta, PONTAS.ID – Hingga H+2, Senin, (18/6/2018) dini hari atau memasuki H+3, lalu lintas yang melintasi Jalan Tol Jakarta-Cikampek mengalami peningkatan yang signifikan. Peningkatan volume lalulintas arus balik di Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama (Cikarut) mencapai 116.104 kendaraan atau meningkat 63 persen dari volume lalulintas harian normal yaitu 71.398 kendaraan.

“Lalulintas yang melewati Jalan Tol Jakarta-Cikampek sampai dengan H+2 diketahui 58 persen berasal dari Jalur Utara (GT Palimanan dan GT Cikampek) dan 42 persen berasal dari Jalur Selatan (GT Cileunyi) dan Jalur Tengah (GT Sadang),” ungkap Senior Specialist Corporate Communications PT Jasa Marga (Persero) Tbk., Irra Susiyanti, melalui keterangan resminya kepada PONTAS.id, Selasa (19/6/2018).

Peningkatan volume lalulintas ini, kata Irra, berdampak terjadinya kepadatan di beberapa titik. Untuk itu, Jasa Marga di bawah koordinasi dan diskresi Kepolisian melakukan berbagai upaya untuk mengurai kepadatan tersebut, diantaranya melakukan buka tutup rest area, memberlakukan contra flow, pengalihan lalulintas, dan pengaturan lalulintas satu arah (ke arah Jakarta).

“Serta penggunaan gardu reversible di GT Cikarang Utama, dari sebelumnya 29 gardu menjadi total 32 gardu yang keseluruhannya di dedikasikan untuk melayani pengguna jalan yang ke arah Jakarta, dan penggunaan 11 mobile reader untuk mempercepat waktu transaksi,” imbuhnya.

Sementara untuk hari ini, Selasa (19/6/2018), pihaknya memperkirakan volume lalu lintas yang melewati GT Cikarang Utama arah Jakarta, mencapai 105.400 kendaraan, atau meningkat 48 persen dibanding volume lalu lintas normal yaitu sebanyak 71.398 kendaraan.

Dia menambahkan, untuk perjalanan arus balik yang lebih nyaman, Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk mengatur waktu keberangkatan guna menghindari kepadatan lalu lintas, mengecek kondisi lalulintas melalui aplikasi JMCARe atau aplikasi monitoring lalulintas lainnya, serta memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol.

“Layanan top up tunai di gerbang tol hanya dilakukan dalam kondisi darurat. Selain itu, pastikan kecukupan BBM kendaraan sebelum memasuki perjalanan di jalan tol,” pungkasnya.

Editor: Hendrik JS

Previous articlePolda Sumut Bentuk Tim Lidik Terkait Tengelamnya KM Sinar Bangun
Next articleBesok Integrasi Tol JORR Mulai Berlaku, Ini Tarifnya