Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan berjalan beriringan dengan CEO Freeport McMoRan Inc Richard C Adkerson di halaman belakang Istana Merdeka, kemarin.
Mereka tiba sekitar pukul 15.00 WIB untuk menghadap Presiden Joko Widodo. Tampak pula Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Jaksa Agung HM Prasetyo, Kepala BKPM Thomas Lembong, dan Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (persero) atau Inalum Budi Gunadi Sadikin.
Jonan tidak banyak membagi keterangan. Dia hanya menjawab singkat soal divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI) ke Inalum.
“Iya, mau laporan (ke Presiden), masak main pingpong,” kata Jonan berseloroh.
Beberapa saat sebelumnya di Kantor Kementerian ESDM berlangsung pengesahan divestasi yang ditandai dengan pelunasan transaksi senilai US$3,85 miliar atau setara Rp55,8 triliun oleh Inalum kepada Freeport McMoRan.
Kini, kepemilikan saham Indonesia di PTFI meningkat dari 9% menjadi 51%. Pelunasan saham tersebut yang dilaporkan Jonan kepada Presiden.
“Alhamdulillah, tadi berlangsung upacara pembayaran dan pelunasan saham Freeport, 51,2% saham ‘Merah Putih’ (41,2% Inalum dan 10% pemda Papua) dengan total aset Rp2.400 triliun. Hari ini merupakan momen bersejarah setelah PTFI beroperasi di Indonesia sejak 1973. Kepemilikan mayoritas ini akan kita gunakan sebesar-besarnya untuk kemakmur-an rakyat,” kata Presiden dalam konferensi pers bersama.
Presiden menyampaikan tiga keuntungan dari pembelian saham tersebut. Salah satu di antaranya PTFI memiliki laba bersih setelah 2022 diperkirakan lebih dari Rp50 triliun dan meningkat terus di luar pajak dan royalti ke daerah (lihat grafik).
Membanggakan
Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin pada konferensi pers penuntasan divestasi 51% saham PTFI di Kantor Kementerian ESDM mengakui langkah ini memberi kebanggaan terhadap induk holding BUMN tambang itu.
“Aksi korporasi Inalum ini menjadi bukti bahwa Indonesia bersahabat terhadap investor asing. Bukan sekadar naik 51%, Indonesia membuktikan bahwa pengelolaan SDA, walau mengikuti konstitusi, kita melakukan dengan friendly, profesional, dan kemitraan yang saling menguntungkan,” jelas Budi.
Perubahan kepemilikan saham PTFI dari divestasi 51% saham oleh Inalum disusul pengesahan jajaran direksi dan komisaris. Posisi Dirut PTFI dijabat Clayton Allen Wenas (Tony Wenas) dengan Wakil Dirut Orias Petrus Moedak. Kemudian ada empat direktur, yaitu Jenpino Ngabdi, Achmad Ardianto, Robert Charles Schroeder, dan Mark Jerome Johnson. Selain itu, Presiden Komisaris Richard Carl Adkerson dan Wakil Presiden Komisaris Amin Sunaryadi. Untuk empat komisaris terdiri atas Budi Gunadi Sadikin, Hinsa Siburian, Kathleen Lynne Quirk, dan Adrianto Machribie.
Pengesahan susunan direksi dan komisaris baru itu disertai terbitnya izin usaha pertambangan khusus operasi produksi (IUPK) sebagai pengganti kontrak karya (KK) PTFI yang telah berjalan sejak 1967 dan diperbarui pada 1991, dengan masa berlaku hingga 2021. Penyerahan IUPK dilakukan Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono kepada Dirut PTFI.
CEO PT Freeport McMoRan Richard Adkerson memastikan pembangunan smelter atau fasilitas peleburan tembaga berkapasitas 2 juta-2,6 juta ton per tahun selama lima tahun.
“Kami akan memenuhi permintaan Presiden. Sekarang kami dapat melanjutkan bisnis hingga 2041 setelah mendapat kepastian hukum dan fiskal. Kami sedang transisi ke pertambangan terbuka dengan investasi US$20 miliar,” tandas Richard seusai bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta.
Editor: Idul HM




























