BNI Syariah Kembali Raih Penghargaan di Anugerah Syariah Republika 2018

Jakarta, PONTAS.ID – BNI Syariah pertahankan penghargaan The Best Sharia Bank kategori Bank Buku 2 (modal inti 1 sampai 5 triliun rupiah) untuk kedua kalinya, pada acara Anugerah Syariah Republika (ASR) 2018 bertempat di JW Mariot Jakarta.

Penghargaan ini diterima sebagai bentuk keberhasilan BNI Syariah dalam memberikan kontribusi optimal bagi stakeholders melalui pertumbuhan kinerja yang positif di atas rata-rata industri perbankan syariah berdasarkan tahun buku 2017.

Hadir sekaligus memberikan penghargaan Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI, KH. Ma’ruf Amin, didampingi Komisaris Utama Republika, Erick Thohir dan Pemimpin Redaksi Republika, Irfan Junaidi.

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo yang menerima langsung penghargaan itu, mengatakan bahwa hal ini memberikan semangat dan motivasi pihaknya dalam memajukan pertumbuhan industri keuangan syariah, serta membuka akses-akses keuangan kepada masyarakat dengan produk dan layanan syariah.

“Alhamdulillah, BNI Syariah kembali mendapatkan kepercayaan sebagai The Best Sharia Bank dua tahun berturut-turut dari Republika. Sudah menjadi komitmen BNI Syariah sebagai Hasanah Banking Partner untuk berupaya memberikan kontribusi positif bagi kemajuan ekonomi syariah di Indonesia,” kata Firman dalam siaran pers, Jumat (9/11/2018).

Anugerah Syariah Republika (ASR) merupakan event tahunan Republika Group untuk ikut berpartisipasi dalam memajukan, mengembangkan, dan memeratakan aktivitas ekonomi islam di Indonesia.

Gelaran acara ASR 2018 merupakan kedua kalinya sebagai bentuk dukungan perkembangan industri syariah di Indonesia, yang diberikan bagi pelaku-pelaku industri syariah, dalam hal ini telah berkontribusi aktif dalam membangun ekonomi bangsa dan ekonomi umat.

Sebanyak 20 perusahaan dan 3 tokoh yang meraih ASR 2018 terdiri dari perbankan syariah, asuransi syariah, financial technology (fintech) syariah, dan lembaga filantropi.

Turut hadir dalam acara ini Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syarifudin; Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro; Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Syafruddin; Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.

Kriteria penilaian didasarkan pada perhitungan kuantitatif kinerja perusahaan/lembaga selama 2017 dan pendekatan kualitatif yang bersandarkan pada kualitas layanan, edukasi, sosialisasi, dan engagementdengan masyarakat, inovasi dan terobosan-terobosan menjadi bagian penting penilaian.

Untuk industri keuangan syariah terutama perbankan penilaian kuantitaif didasarkan pada Return on Aset (ROA), pembiayaan bermasalah (NPF), pertumbuhan aset, pertumbuhan pembiayaan, Rasio Kecukupan Modal (CAR), hingga Dana Pihak Ketiga (DPK).

Pemimpin Redaksi Republika, Irfan Junaidi menyampaikan bahwa ASR merupakan wujud nyata dukungan Republika Group dalam memajukan ekonomi syariah, ingin bersama para pelaku usaha syariah, regulator, bankir, dan penggiat keuangan syariah lainnya terus memperkuat peran dan kiprah ekonomi syariah di Tanah Air.

Ekonomi syariah kini menjadi bagian penting yang tak bisa dilepaskan dalam menopang pertumbuhan dan pemerataan ekonomi,” ucap dia.

Editor: Risman Septian

Previous articleDukung Program Nasional, Pemprov Jabar Matangkan Penataan Tata Ruang
Next articleYa’ahowu Nias Festival 2018 Siap Sambut Wisatawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here