Kinerja Gemilang, BNI Syariah Raih The Best Sharia Bank

Jakarta, PONTAS.ID – BNI Syariah kembali menerima pengakuan sebagai bank syariah terbaik dalam kategori The Most Reliable Bank dan The Most Efficient Bank kategori Bank Syariah Aset diatas 10 triliun rupiah, selama lima tahun berturut-turut dalam ajang Indonesia Banking Award 2018 di JS Luwansa, Jakarta.

Penghargaan diberikan oleh Tempo Media Group bekerjasama dengan Indonesia Banking School yang merupakan penghargaan tahunan kepada institusi perbankan di Indonesia meliputi Bank Konvensional, Bank Syariah dan BPD, dimana tahun ini diikuti 106 Bank Konvensional dan 12 Bank Umum Syariah. Hadir sekaligus menerima penghargaan Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo.

“Penghargaan ini menjadi sebuah spirit bagi BNI Syariah untuk menjaga kepercayaan dan amanah yang diberikan masyarakat. Dalam hal ini BNI Syariah sebagai Hasanah Banking Partner berkomitmen untuk memberikan solusi perbankan syariah bagi seluruh stakeholders,” kata Firman dalam siaran persnya, Kamis (27/9/2018).

Dia melanjutkan, solusi perbankan syariah itu akan diberikan oleh BNI Syariah dimulai sejak dini hingga masa tua melalui berbagai produk dan layanan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan dunia, melainkan juga kebaikan untuk kehidupan akhirat.

Dalam ajang Indonesia Banking Award 2018, berbagai kategori diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada institusi perbankan yang mampu menampilkan kinerja handal (reliable) karena memiliki konsistensi baik di tengah kondisi perekonomian yang belum stabil dilihat dari sisi keuangan, performa bisnis, serta tingkat effisiensi dan layanan.

Penilaian didasarkan kepada laporan keuangan tahun 2017 dari berbagai aspek yaitu rasio permodalan, kualitas aset, efisiensi operasional perusahaan (BOPO), likuiditas, pendapatan serta keuntungan bank.

BNI Syariah menunjukkan pertumbuhan kinerja tahun 2017 yang positif diatas rata-rata industri perbankan syariah, dimana tercatat Laba bersih naik 10,6 persen year on year (yoy) dari Desember tahun 2016 sebesar 277,37 miliar rupiah mencapai 306,68 miliar rupiah di Desember 2017, disokong oleh ekspansi pembiayaan, peningkatan fee based, dan rasio dana murah yang optimal.

Tercatat di Desember 2017 Aset BNI Syariah mencapai 34,82 triliun rupiah atau naik sebesar 23,0 persen dari Desember 2016 (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 19,0 persen.

Dari sisi bisnis, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar 23,60 triliun rupiah atau naik 15,14 persen (yoy) sejalan dengan pertumbuhan industri sebesar 15,16 persen.

Dalam menyalurkan pembiayaan, BNI Syariah terus menjaga kualitas pembiayaan, dimana tahun 2017 BNI Syariah mampu menekan rasio Non Performing Financing (NPF) sebesar 2,89 persen, dibawah rata-rata industri yang mencapai 4,77 persen.

Selain pembiayaan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga mencapai 29,38 triliun rupiah atau naik 21,2 persen (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 19,8 persen. Komposisi Dana Pihak Ketiga tersebut didominasi oleh dana murah (Giro dan Tabungan) yang mencapai 51,60 persen melalui kerjasama institusi, universitas serta perusahaan fintech.

Dari sisi efisiensi, tercatat per Desember 2017 rasio BOPO dan CIR BNI Syariah dibawah rata-rata industri perbankan syariah. Rasio BOPO BNI Syariah sebesar 87,62 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata industri sebesar 89,62 persen. Selain itu rasio CIR (Rasio Cost to Income) BNI Syariah sebesar 55,74 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata industri sebesar 69,56 persen.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here