Mendagri Klaim Siap Tingkatkan Inovasi Layanan Publik

Mendagri Tjahjo Kumolo usai mengikuti acara International Public Service Forum 2018 di Jakarta Convention Center Senayan, Rabu (7/11/2018)

Jakarta, PONTAS.IDMenteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menegaskan kesiapan Kementerian Dalam Negeri membangun sinergi dan menciptakan inovasi dalam pelayanan publik.

Hal ini disampaikan Mendagri merespon perintah Wakil Presiden Jusuf Kalla yang disampaikan dalam acara Opening Ceremony International Public Service Forum 2018 di Jakarta Convention Center Senayan, Rabu (7/11/2018).

“Saya kira bagaimana tadi arahan bapak Wapres bahwa kunci suatu keberhasilan pemerintahan dan birokrasi adalah bagaimana membangun sinergi dan menciptakan inovasi dalam pelayanan publik,” ujar Tjahjo.

Tjahjo menjelaskan bahwa Kementerian dan Lembaga sudah mulai memberikan penghargaan kepada daerah berprestasi yang telah ikut membantu pemerintah pusat dalam menjalankan reformasi birokrasi.

Hal ini kata dia, sesuai dengan yang ditekankan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam membangun tata kelola pemerintah pusat dan daerah yang efektif dan efisien, serta mempercepat reformasi birokrasi untuk memperkuat otonomi daerah.

Dalam penjelasannya, Tjahjo mengungkapkan bahwa Inovasi juga berguna sebagai percontohan daerah lainnya. “Kementerian dan lembaga sudah mulai memberi penghargaan sebagai motivasi agar semua daerah menunjukkan inovasinya,” katanya.

Tjahjo menilai Indonesia memililki 514 kota/kabupaten dan 34 provinsi, apabila salah satu punya inovasi dan prestasi untuk memberikan pelayanan yang terbaik maka dampaknya akan sangat luas.

Inovasi yang diharapkan Tjahjo adalah inovasi yang dapat memacu investasi, meningkatkan pertumbuhan dan menekan pengangguran serta menekan angka kemiskinan demi meningkatkan kualitas hidup serta membangun tata kelola pemerintah yang bersih dan efektif.

Di akhir penjelasannya, Tjahjo juga mengingatkan agar kepala daerah harus dapat memahami area rawan korupsi.

“Kepala daerah harus dapat memacu investasi dan meningkatkan pertumbuhan daerah. Termasuk juga harus memahami area rawan korupsi,” pungkas Tjahjo.

Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Hendrik JS

Previous articleJadwal Kampanye KPU Belum Terbit, Timses Jokowi Lolos dari Bawaslu
Next articleSoal ‘Tampang Boyolali’, Demokrat Klaim Sarankan Prabowo Minta Maaf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here