Bea Cukai Soetta Ungkap 8 Kasus Narkoba Jaringan Internasional

Konferensi pers keberhasilan penggagalan upaya penyelundupan narkotika melalui Bandara Soekarno-Hatta, di Aula Gedung Bea Cukai Soetta, Tangerang, Kamis (18/10/2018)

Jakarta, PONTAS.ID – Tim gabungan bersama Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, sejak Agustus 2018, berhasil menggagalkan 8 kasus upaya penyelundupan narkotika. Dari delapan kasus ini, petugas berhasil mengamankan sabu 8 Kg, kokain 82 gram, ekstasi 3.005 butir dan 10 gram serta 10 tersangka.

“Empat kita cegah lewat barang kiriman, empat dari penumpang,” kata Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soetta Erwin Situmorang, di kantor Ditjen Bea Cukai Bandara Soetta, Kamis (18/10/2018).

Kasus pertama yang diungkap, terjadi pada Sabtu 11 Agustus 2018. Berawal dari kecurigaan petugas terhadap kiriman paket dari Nigeria melalui Perusahaan Jasa Titipan (PJT) yang berisi 543 gram sabu. Dari pengembangan terhadap paket itu, diketahui penerimanya berada di kawasan Bogor.

Petugas gabungan lalu menuju lokasi, dan berhasil menangkap FS dan IZ. Setelah didalami, ternyata barang haram itu milik seorang narapidana yang sedang menjalani hukuman di lapas Jakarta.

Kemudian, pada Kamis 23 Oktober, kembali digagalkan 1 kiriman paket lagi. Kali ini, paket berasal dari Belgia dengan tujuan Jakarta Barat. Ternyata paket tersebut berisi alat pijat kaki yang telah dimodifikasi dan di dalamnya berisi 3.005 butir ekstasi. Petugas lalu mencari alamat penerima di Jakarta Barat.

“Seorang wanita berinisial RG diamankan dari tempat itu. Kepada petugas, dia mengaku paket dipesan oleh SS, seorang narapidana di Jakarta,” ujarnya.

Paket ketiga pada Selasa 28 Agustus 2018, berasal dari Malaysia dengan alamat penerima di Bandung, Jawa Barat. Paket tersebut berisi empat bungkus kristal bening berisi 714 gram sabu.

Petugas lalu melakukan pengembangan ke Bandung, dan menangkap dua pelaku yang berinisial SM sebagai penerima paket, dan RM sebagai pemilik barang.”Paket keempat, pada Selasa 18 September 2018. Paket dikirim dari Afrika Tengah dengan tujuan Jakarta Timur. Berisi roda bearing yang telah dimodifikasi, dan berisi 965 gram sabu,” sambungnya.

Saat dilakukan pengembangan ke alamat penerima, petugas mengamankan seorang pria berinisial AP mantan narapidana yang ternyata pemilik paket sabu tersebut.

Kapolres Bandara Soetta AKBP, Viktor Togi Tambunan menambahkan, penyelundupan narkotika oleh penumpang yang pertama diungkapnya, terjadi pada Jumat 24 Agustus 2018, dengan tersangka RS (39).

“Dia menumpang pesawat Air Asia QZ 253 dari Bangkok ke Jakarta. Dia ditangkap, karena membawa 7 serbuk putih yang berisi kokain dan satu paket ganja yang disimpan di celana dalamnya,” kata Viktor.

Kemudian, pada Sabtu 15 September 2018, petugas kembali mengamankan seorang penumpang pesawat Air Asia AK 380 yang berangkat dari Kuala Lumpur ke Jakarta.”Tersangka seorang wanita berinisial NA. Dia diamankan, karena membawa beberapa paket kristal bening berisi sabu dari di dalam bra, dan pembalut yang dipakainya. Totalnya seberat 627 gram,” ungkapnya.

Pada Minggu 7 Oktober 2018, seorang pria berkebangsaan Spanyol berinisial FC berhasil diamankan, saat turun dari pesawat Malaysia Airlines MH 713 tujuan Kuala Lumpur ke Jakarta, yang membawa koper. “Dari pemeriksaan terhadap kopernya, ternyata FC membawa satu bungkus plastik berisi sabu yang disembunyikan di dinding kopernya, seberat 1.442 gram,” paparnya.

Setelah dikembangkan, ternyata sabu itu hendak dikirim ke sebuah hotel di Bandung yang digunakan untuk menginap seorang WN Iran berinisial EA (38).
Dari hasil penggeledahan, ditemukan barang bukti tambahan 116 gram sabu dan 1.904 gram sabu cair. Ternyata, di dalam apartemen itu pelaku hendak mengubah sabu cair dengan kristal.

Sementara itu, Kasubdit 1 Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Asep Zaenal Akhmadi mengatakan, penyelundupan narkotika dari jalur udara selalu mengalami peningkatan.

“Upaya penegakan hukumnya pun tidak bisa dilakukan sendirian dan dibutuhkan sinergi yang baik antarlembaga, mulai dari Bea Cukai, Polres Bandara, hingga Mabes Polri,” kata Asep.

Penulis: Arnol Simanjuntak
Editor: Hendrik JS

Previous articlePiala AFC U-19, Indonesia Pecundangi Taiwan 3-1
Next articleBNI Syariah Hadirkan Layanan e-Collection di Kampus UNISSULA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here