Perubahan Nama OK OTrip Jadi Jak Lingko Dinilai Hamburkan Anggaran

Jakarta, PONTAS.ID – Perubahan nama program transportasi satu harga untuk sekali perjalanan, OK OTrip menjadi Jak Lingko oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, dinilai hanya akan menghambur-hamburkan anggaran tanpa adanya perubahan esensi yang berarti.

Penilaian tersebut datang dari Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus. Pasalnya menurut dia, semua dokumen yang sudah ada yang terkait dengan program OK OTrip sebelumnya, harus dibuang dan diganti dengan Jak Lingko.

“Ini kan sama dengan dulu kelatahan dari SMA ke SMU ke SLTA ya kan? Sama saja. Ini hanya menghabis-habiskan (anggaran) itu kan semuanya sudah ada kartu, cop suratnya itu dibuang semua dong,” kata Bestari kepada wartawan di Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pun juga dinilainya hanya membuat sensasi pencitraan baru karena hal ini tidak memiliki kepentingan di masyarakat. Sebab, hanya melakukan perubahan nama, tanpa memperbaiki sistemnya yang masih jauh dari yang ditargetkan.

Dalam pandangan Bestari, Anies seakan-akan tidak mau kalah dari Gubernur DKI Jakarta sebelumnya untuk membuat sebuah ciptaan nama program di eranya. Walaupun nyatanya pergantian nama ini hanyalah re-branding saja.

“Menurut saya, pencitraan seperti itu nggak penting banget bagi masyarakat. Apakah sekadar ingin mengklaim, ini loh hasil ciptaan saya selama jadi Wakil Gubernur atau Gubernur? Haduh ini apa lagi,” tegas Bestari.

Sebelumnya, dalam acara peresmian nama baru OK OTrip menjadi Jak Lingko tersebut yang diadakan di Balai Agung, Jakarta Pusat, Senin (8/10/2018), Anies menjelaskan bahwa Jak Lingko tidak mengubah sistem sebelumnya yang diterapkan pada program OK OTrip.

Jak Lingko, jelas dia, hanya memperbaharui branding dari OK OTrip. Kata Anies, perubahan nama sudah dirundingkan dan membutuhkan pemikiran yang matang. Prosesnya juga tidak butuh waktu sebentar. Lingko erat kaitannya dengan jejaring yang berarti pengintegrasian.

“Ini diambil dari jenis pengelolaan pengairan sawah di Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Sistemnya seperti jejaring laba-laba. Nah, kami berharap nantinya benar-benar warga Jakarta berangkat dari mana saja. Menuju tujuan mana saja di DKI Jakarta dengan menggunakan sistem transportasi umum Jak Lingko ini,” ujarnya.

Editor: Risman Septian

Previous articlePengawasan Dana Bencana Perlu Libatkan KPK-BPK Cegah Politisasi
Next articleWarga Diimbau Tak Terpecah karena Pemilu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here