Jakarta, PONTAS.ID – Lembaga Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Danny JA merilis peluang pasangan calon presiden-calon wakil presiden menjaring 6 kantong suara penting di masyarakat. Hasilnya, pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin unggul pada 5 segmentasi pemilih yakni muslim, nonmuslim, perempuan, wong cilik, dan milenial.
Peneliti LSI Denny JA Adjie Alfaraby menjelaskan, pada kelompok segmentasi pemilih muslim yang jumlah populasinya mencapai 89,9%, pasangan Jokowi-Ma’ruf memperoleh elektabilitas sebesar 52,7%. Hal itu mengungguli pasangan Prabowo-Sandiaga yang memperoleh elektabilitas 27,9%.
Pemilihan Ma’ruf Amin sebagai pendamping Jokowi menurutnya merupakan salah satu cara untuk mengamankan suara dari kelompok mayoritas ini. Pasalnya, setimen terhadap isu anti-Islam pada pemilu 2014 lalu menjadi pekerjaan rumah bagi Jokowi.
“Salah satu alasan dipilihnya Maruf adalah untuk mengisi lubang kosong dari sisi keumatan. Masuknya Ma’ruf memang akan menguranagi isu keislaman seperti di 2014,” ungkapnya di Kantor LSI Danny JA, Jakarta, Selasa (21/8).
Di kalangan nonmuslim yang memiliki populasi 10,1%, Jokowi-Ma’ruf memperoleh elektabilitas 47.5% sedangkan Prabowo-Sandiaga memperoleh 43,6%.
Selanjutnya, di kalangan pemilih wong cilik (yang berpendapatan dibawah Rp 2 juta) dengan populasi 58,5%, Jokowi-Ma’ruf memeroleh elektabilitas 54,7%. Sedangkan Prabowo-Sandiaga 25,2%. Salah satu faktor yang mendukung tingginya perolehan ini adalah adanya program pembagunan infrastruktur serta pemerataan akses pendidikan.
“Salah satu faktornya ialah adanya pembagunan infrastruktur yang cukup masif. Ditambah adanya akses pendidikan yang cukup baik ternyata mampu menjaga elektabilitas di kelompok ini,” ungkapnya.
Lalu di kalangan perempuan dengan populasi 50%, Jokowi-Ma’ruf unggul sebesar 50,2%. Sedangkan Prabowo-Sandiaga meraup 30,0%. Untuk kalangan milenial (pemilih berusia 17-39 tahun) dengan populasi 44,8%, Jokowi-Ma’ruf kembali unggul sebesar 50,8% sedangkan Prabowo-Sandiaga 31,8%.
“Ini kan masih belum masuk kampanye. Jadi nanti strategi baik adu program, kinerja mesin partai dan strategi lainnya dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan elektabilitas paslon di masing-masing segmentasi,” pungkasnya.
Sedangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul di segmentasi pemilih kaum terpelajar. Dengan jumlah populasi sebesar 9,9%, Prabowo-Sandiaga mendapat elektabilitas 44,5%, sedangkan Jokowi-Ma’ruf sebesar 40,4%. Meski hanya berjumlah 9,9%, segmentasi ini merupakan salah satu faktor penting sebab cenderung akan dijadikan public opinion. Adanya keunggulan untuk pasangan Prabowo di kategori ini menurut Adjie disebabkan karena adanya skeptisme terhadap program pemerintah secara keseluruhan. Pasalnya, para kaum terpelajar cenderung dapat memperoleh informasi pembanding lebih banyak sehingga mendapatkan referensi lebih dalam melihat program pemerintah.
Survei LSI Denny JA dilakukan pada 12-19 Agustus 2018. Metode yang digunakan multistage random sampling di 34 provinsi. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner kepada responden sebanyak 1.200 orang. Adapun margin of error survei LSI Denny JA tersebut 2,9%.
Editor: Idul HM




























