Asian Games 2018, Siswa yang Libur akan Diberi Tugas Pengganti

Jakarta, PONTAS.ID – Beberapa waktu lalu pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memutuskan untuk meliburkan sebanyak 70 sekolah di kawasan DKI, selama digelarnya Asian Games 2018. Keputusan tersebut akan berdampak kepada 31 ribu siswa.

Namun, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta, Bowo Irianto menegaskan para siswa itu tidak akan berdiam diri dirumah, melainkan akan diberikan tugas-tugas terkait dengan gelaran Asian Games 2018 sebagai pengganti pelajaran di sekolah.

“Penugasan diserahkan ke sekolah. Tadi pagi kami sudah mengumpulkan yang di luar 34 awal, sudah disampaikan penugasannya hanya kami berikan gambaran,” kata Bowo saat ditemui oleh wartawan di Balai Kota DKI, JL Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (7/8/2018).

Bowo menjelaskan bahwa yang disampaikan kepada pihak sekolah baru gambaran awal. Sedangkan, untuk detail penugasan dirinya akan menyerahkan langsung kepada pihak sekolah. Dengan diberikan tugas pengganti saat libur, tak akan membuat para siswa ketinggalan pelajaran.

Bowo memberi contoh misal siswa akan diberi tugas sesuai dengan mata pelajaran. Misalnya, pada pelajaran olahraga siswa diharapkan meliput langsung pertandingan Asian Games, pertandingan yang berlangsung, bahkan meresume prestasi yang dicapai oleh suatu tim.

Sementara untuk mata pelajaran Geografi, Bowo mencontohkan, para siswa bisa diberikan tugas seperti menuliskan negara mana saja yang akan bertanding di Asian Games 2018, lalu menuliskan banyaknya jumlah penduduknya, luas negaranya, serta mata pencahariannya.

“Mereka itu penugasannya kan tetap di rumah. Sekarang kan mereka sudah menggunakan IT, penugasan online, guru tetap masuk untuk menerima tugas dari anak-anak. Secara prinsip kan mereka penugasan mata pelajaran. Jadi tidak begitu banyak berpengaruh,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bowo telah mengumumkan bahwa Pemprov DKI menambahkan jumlah sekolah yang diliburkan selama Asian Games 2018 dari 34 sekolah menjadi 70 sekolah. Penambahan sekolah tersebut dikarenakan ada beberapa venue Asian Games 2018 yang bertambah.

“Karena belakangan ada penambahan venue, pengalihan yang dari Simprug ke Bulungan beda dengan untuk spot yang lain. Bulungan dari tol kan jangkauannya masih lewat tol dan arteri cukup panjang. Itu bersentuhan dengan sekolah yang terdampak,” ucap Bowo, Senin (6/8/2018).

Sementara untuk sekolah yang tidak libur, akan diubah konsepnya sementara menjadi lebih menyemarakkan Asian Games 2018. “Nanti tidak lagi menggunakan kelas IPA 1, IPA 2. Tapi nanti kelas Filipina, Korea, Jepang. Silakan kemudian menghias ruang kelas dengan atribut,” ujarnya.

Rencana ini dinilai tidak begitu mempengaruhi kurikulum pembelajaran. Sebab, masing-masing sekolah telah memiliki cara sendiri untuk mengatur metode pembelajaran. “Ada sekolah sudah merancang standar minimal hari belajar efektif satu semester itu 100 hari,” tutur dia.

Editor: Risman Septian

Previous articleSiapkan CPNS Kementerian ATR/BPN Pelayan Masyarakat yang Profesional
Next articleBNI Syariah Lakukan Recovery Healing untuk Anak-Anak Korban Gempa Lombok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here