Perluasan Ganjil-Genap Diklaim Tingkatkan Pengguna TransJakarta

Jakarta, PONTAS.ID – Perluasan wilayah pembatasan lalulintas kendaraan roda dua atau lebih dengan sistem plat nomor ganjil-genap yang dimulai pada Rabu (1/8/2018) kemarin, diklaim mampu meningkatkan jumlah pengguna bus TransJakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menyebut bahwa peningkatan pengguna moda transportasi tersebut mencapai 12 hingga 18 persen. Dia pun mengapresiasi warga Jakarta yang memilih menggunakan transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi.

“Alhamdulillah, pengguna TransJakarta meningkat. Nanti data terbaru saya cek lagi, tapi data kemarin peningkatan cukup signifilan, kalau tidak salah 12 apa 18 persen,” kata Anies saat ditemui wartawan di Jakarta Pusat, Kamis (2/8/2018).

Selain itu, hasil positif lainnya yang didapatkan dari pemberlakuan ganjil-genap yang wilayahnya telah diperluas itu adalah kecepatan kendaraan meningkat dan waktu tempuh menurun.

Lebih lanjut dia pun mengungkapkan, bahwa pihak Pemprov DKI melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan menandai kendaraan-kendaraan yang mengangkut masyarakat difabel, supaya tidak ditilang saat melewati jalur-jalur yang diterapkan sistem ganjil-genap tersebut.

“Saya sudah instruksikan pada Dishub nanti mereka akan dikasih stiker khusus yang diberikan pada para penyandang disabilitas. Sejauh ini kalau diberhentikan ternyata disabilitas maka tidak ditindak,” ujarnya.

Untuk diketahui, Anies sudah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 77 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas Dengan Sistem Ganjil Genap Selama Penyelenggaraan Asian Games 2018.

Durasi pemberlakuan ganjil genap mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Ada empat titik perluasan lokasi ganjil genap saat perhelatan Asian Games 2018. Lokasi tersebut yakni Jalan S Parman – Jalan Gatot Subroto – Jalan MT Haryono – Jalan DI Panjaitan – Jalan A. Yani-Simpang Coca Cola atau Jalan Perintis Kemerdekaan Cempaka Putih.

Lalu, Arteri Pondok Indah yang dimulai dari Simpang Kartini hingga Simpang Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kemudian, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Terakhir, Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Perluasan sistem ganjil-genap ini dikecualikan untuk sejumlah pihak seperti kendaraan presiden, wakil presiden, ketua lembaga negara, pelat merah, kontingen, transportasi umum, ambulan, pemadam kebakaran, dan mobil yang mengangkut masyarakat difabel.

Editor: Risman Septian

Previous articleSoal Rekomendasi KASN, PDIP Nilai Anies Berlebihan
Next articleAnies Ingin Atlet Asian Games 2018 Jalan Kaki di Trotoar Sudirman-Thamrin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here