Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengapresiasi PT Waskita Karya (Persero) Tbk. yang sukses mengantarkan anak usahanya yakni PT Waskita Toll Road (WTR) memperoleh pendanaan senilai Rp 5 Triliun.
Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN, Ahmad Bambang pun mengapresiasi langkah ini, Kamis (12/04/2018). Karena dana segar tersebut didapat melalui penerbitan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) berbasis ekuitas dengan mendivestasikan saham WTR di tiga ruas tol Trans Jawa.
“Cara ini adalah salah satu cara melepas sebagian prosentase saham kepemilikan konsesi jalan tol melalui konsep Reksadana. Dana yang diperoleh bisa digunakan oleh perusahaan untuk kembali membiayai proyek infrastruktur jalan tol lainnya,” kata Bambang di Jakarta, dalam siaran pers Kementerian BUMN, Jumat (13/4/2018).
Menurutnya, mencari pendanaan melalui RDPT merupakan kreativitas BUMN dan anak usahanya dalam mencari sumber pendanaan baru. Sehingga bisa mendapatkan fresh money tanpa mempengaruhi covenant baik dari sisi Debt Equity Ratio maupun Debt Service Coverage Ratio.
“Selain itu, diperolehnya dana segar dari RDPT tersebut menjadikan Waskita Karya melalui WTR dapat segera menyelesaikan ruas tol yang menjadi tanggung jawabnya sesuai rencana tanpa khawatir biaya investasi mengganggu keuangan induk perusahaan,” ungkap Bambang.
Dijelaskan Bambang, jika semua investasi dilakukan sendiri lewat pinjaman bank, akan mengganggu kinerja perusahaan, sebab dalam jangka pendek profit perusahaan akan tertekan oleh bunga, sementara jalan tol yang sudah dikerjakan belum beroperasi.
Percepatan Proyek Tol
Sementara itu, Direktur Utama WTR, Herwidiakto mengatakan hal ini merupakan langkah strategis dan sinergi positif dengan sesama BUMN untuk memperkuat pembangunan infrastruktur di Indonesia.
“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan para investor atas penerbitan produk RDPT Ekuitas ini. Hanya dalam dua bulan produk ini langsung terserap hingga Rp 5 Triliun, ini sungguh pencapaian yang luar biasa,” kata Herwidiakto.
Dengan diperolehnya dana segar dari RDPT, Herwidiakto pun berjanji akan mempercepat penyelesaian sejumlah ruas tol di Jawa agar bisa dilalui saat mudik lebaran tahun 2018 nanti.
“Sesuai komitmen kami, jalur tol Transjawa sudah bisa digunakan secara operasional pada mudik lebaran tahun ini. Sebagian dana hasil RDPT Ekuitas akan digunakan untuk penyelesaian pembangunan sejumlah ruas tol Trans Jawa,” tutupnya.
Sebagai informasi, RDPT ini diterbitkan oleh PT Danareksa Investment Management (DIM) sebagai Manajer Investasi dan PT Bank Mega Tbk (Bank Mega) sebagai Bank Kustodian. Di mana dalam transaksi ini Danareksa Sekuritas bertindak sebagai arranger.
RDPT Ekuitas ini menggunakan underlying asset saham WTR di perusahaan investasinya yaitu PT Waskita Transjawa Toll Road (WTTR).
Saat ini WTR mengelola tiga ruas tol yaitu Kanji-Pejagan, Pejagan-Pemalang dan Pasuruan-Probolinggo dengan panjang ruas tol keseluruhan mencapai 123,8 km.
Editor: Hendrik JS




























