Copot M Choliq, Rini Ingatkan Ini pada Dirut Baru Waskita

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri BUMN Rini Soemarno telah mencopot M Choliq dari kursi Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk. Posisi Choliq kemudian digantikan I Gusti Ngurah Putra yang sebelumnya adalah Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero).

Penunjukan I Gusti Ngurah Putra dilakukan pada saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di kantor Waskita, Jakarta, Jumat (6/4/2018) lalu.

“Yang utama, kita mau agar proyek-proyek konstruksi Waskita itu betul-betul dijaga agar selamat dapat diselesaikan tepat waktu. Apalagi Waskita memiliki banyak proyek infrastruktur,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno di Kalibata, Jakarta, Minggu (8/4/2018).

Menurut Rini, kemampuan Putra memimpin Waskita tidak diragukan karena pengalaman Putra selama di Hutama Karya minim kecelakaan, “Selama ini, di bawah kepemimpinan pak Putra, Hutama Karya khususnya pada proyek jalan tol di Sumatera berjalan dengan baik. Kami harapkan pak Putra mampu memperkuat Waskita,” imbuhnya.

Garap Banyak Proyek
Sebelumnya, pada saat RUPST, mantan Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq mengatakan terjadinya kecelakaan kerja pada proyek-proyek Waskita karena menggarap banyak proyek dibanding dengan BUMN Karya lainnya.

Choliq mecontohkan, Waskita Karya pada tahun 2017 lalu memasang 11.000 lebih girder, “Coba tanyakan ke kontraktor yang lain, saya yakin tidak ada yang memasang 100 girder. Bandingkan dengan Waskita sampai 11.000 lebih,” kata Choliq usai RUPST di kantor Waskita, Jumat (6/4/2018).

Demikian halnya dengan nilai proyek yang digarap selama 2017, Choliq mengatakan, nilai proyek yang dikerjakan Waskita lebih tinggi dari kontraktor lainnya. “Tetap saya katakan saya mohon maaf atas kejadian-kejadian tersebut,” kata Choliq.

Choliq menambahkan, dalam RUPST itu, Waskita juga menambah posisi Direktur Quality, Health, Safety & Environment (QHSE) untuk dapat meminimalisir tingkat risiko kecelakaan yang bisa terjadi dalam proyek Waskita, “Karena masalah ini ditangani tingkat Direktur secara khusus, diharapkan kecelakaanbisa diminimalisir,” pungkasnya.

Baca juga: DPR Minta Waskita Karya Distop dari Proyek Nasional

Direksi Baru Waskita
Sebagaimana diketahui, dalam RUPST tersebut, Direktur Pengembangan dan Sumber Daya Manusia Waskita Karya juga dipercayakan pada Hadjar Seti Adji menggantikan Agus Sugiono.

Selanjutnya posisi Tunggul Rajagukguk selaku Direktur Keuangan juga diserahkan kepada Direktur Keuangan PT Adhi karya (Persero) Tbk., Haris Gunawan.
Kemudian posisi Direktur Operasi Waskita juga diisi oleh nama baru seperti Didit Oemar Prihadi dan Fery Hendriyanto.

Sementara, posisi Bambang Rianto yang sebelumnya menjabat Direktur Operasi III hanya dirotasi menjadi Direktur Operasi II.
Dalam RUPST tersebut, seluruh pemegang saham sepakat mengangkat jabatan Direktur Quality, Health, Safety & Environment (QHSE) dan mempercayakannya pada Wahyu Utama Putra.

Pada saat RUPST, Menteri Rini menegaskan, ke depan seluruh BUMN konstruksi akan memiliki direktur QHSE, untuk memastikan keamanan seluruh proyek yang dikerjakan.

Editor: Hendrik JS

Previous articleBadan Karantina Semarang Lepas Pakis Hias Menuju Australia
Next articleKetemu Prabowo, Luhut: Soal 2030 Jangan Pesimis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here