Galian Maut PAM Jaya, Pakar Pertanyakan Peta Utilitas Kota

Pakar manajemen konstruksi, Prof. Dr. Manlian Ronald. A. Simanjuntak

Jakarta, PONTAS.ID – Empat pekerja tertimbun galian gorong-gorong di Jl. Jembatan III, Penjaringan, Jakarta Utara. Seorang diantaranya meninggal dunia, pada Selasa (1/5/2018) dinihari.

Menanggapi insiden ini, pakar manajemen konstruksi, Manlian Ronald Simanjuntak, menduga kecelakaan terjadi karena ketiadaan Peta Utilitas Kota, “Kecelakaan galian Pipa Air ini dimungkinkan akibat tidak adanya ‘Peta Utilitas Kota’ merujuk kasus kegagalan konstruksi yang terjadi pada Proyek LRT di MT Haryono tepat di depan Gedung BNN Jakarta,” kata Manlian kepada PONTAS.id, Kamis (3/5/2018).

Menurut dia, jika peta utilitas kota ada, kontraktor pelaksana dapat mengidentifikasi kondisi karakter tanah, kedalaman kelaikan saluran terintegrasi, desain saluran, volume bahan konstruksi galian, kondisi lingkungan, “Dan berbagai Potensi Risiko yang dimungkinkan terjadi. Ini sudah kejadian kedua yang terdeteksi,” lanjut Guru Besar Universitas Pelita Harapan ini.

Manlian mengaku, dirinya telah mengingatkan Pemprov DKI untuk segera membuat langkah konkrit dengan menyusun kembali Peta Utilitas Kota termasuk sosialisasi serta pengendalian pada saat implementasi di lapangan.

“Terlebih Jakarta bukan sekedar kota, tetapi kawasan strategis nasional. Pemprov DKI harus mengkoordinir Kementerian/Lembaga terkait, para penerima jasa termasuk pengelola yang dipercaya dan juga masyarakat pengguna fasilitas. Segera kaji dan buat desain Peta Utilitas Kota yang terintegrasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, diketahui pekerja yang tewas merupakan karyawan dari PAM Jaya. Saat ini, PAM Jaya dengan instansi terkait tengah melakukan investigasi atas kejadian ini.

Editor: Hendrik JS

Previous articleBPS: Kunjungan Wisman Malaysia Meningkat Tajam
Next articlePolitik Pencitraan Bukan Jaminan Menang di Pemilu