Medan, PONTAS.ID – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus, melakukan blusukan ke Kelurahan Sibolga Hilir, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga, Kamis (29/3/18). Djarot bersama Sihar tampak menggunakan becak motor yang kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sepanjang 500 meter di Jalan Mawar. Warga Kelurahan Sibolga Hilir pun tampak antusias menyambut kedatangan Djarot-Sihar. Mereka berebut bersalaman dan berfoto bersama keduanya.
Kepada Djarot dan Sihar, salah satu tokoh masyarakat desa Ketapang, Rayudi Purba mengungkapkan, mereka selama ini merasa didiskriminasi oleh pemerintah Kota Sibolga, khususnya dalam pembangunan infrastruktur.
“Kami sesungguhnya merasa kami bukan warga Kota Sibolga lagi sekarang ini. Karena sampai saat ini, jalan daerah kami tidak pernah dibangun kembali walaupun sudah rusak cukup parah. Kami minta pak, Kalau Bapak terpilih nanti sebagai Gubenur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara nanti, mohon jalan di kampung kami ini diperhatikan dan diperbaiki ” kata Rayudi salah satu tokoh masyarakat desa Ketapang, Medan, (29/3/18).
Tak hanya itu, Rayudi juga mengatakan, keadaan kehidupan nelayan di Kota Sibolga saat ini semakin memprihatikan dan butuh perhatian dari pemerintah. “Bagaimana kehidupan kami sebagai nelayan di Kota Sibolga ini. Sangat-sangat memprihatinkan, tolong perhatikan kami pak,” ujar Rayudi.
Menanggapi keluhan Rayudi, Djarot mengatakan, kedatangan mereka ke Kelurahan Ketapang adalah untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat di Kota Sibolga. Tak hanya itu, Djarot juga mengaku sudah menyiapkan sejumlah program khusus untuk pembangunan di Kota Sibolga.”Kami sudah rumuskan apa yang akan kami kerjakan di Sumatera Utara saat ini,” ujarnya.
Djarot menjelaskan bahwa sasaran program yang akan dikerjakan oleh Djarot-Sihar adalah terkait dengan Pendidikan, Kesehatan, dan Kesejahteraan masyarakat di Sumatera Utara. “Kita akan keluarkan kartu Sumut Pintar, Kartu Sumut Sehat, dan Kartu Sumut Sejahtera,” ujar Djarot.
“Untuk program kesejahteraan masyarakat agar dompetnya tak kurang, kita akan terbitkan kartu Sumut Sejahtera untuk membantu masyarakat yang kecil-kecil khususnya yang memang harus mendapatkan perhatian pemerintah,” imbuh Djarot.
Terkait dengan pembangun infrastruktur, Djarot-Sihar mengungkapkan bahwa hal tersebut sudah menjadi program prioritas mereka. Dalam pembangunan infrastruktur, Djarot mengungkapkan ada yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah Kabupaten.
“Saya berjanji semua pembangunan infrastruktur yang menjadi tanggung jawan pemerintah provinsi akan selesai dalam waktu tiga tahun, kita akan kerjakan semua jalan menjadi mulus dan bagus, asalkan dana APBD tidak dikorupsi,” tegas Djarot.




























