Polres Pasuruan Sosialisasikan Pemanfaatan AI kepada Peserta Rally Piala Bhayangkara 2026

Pasuruan, PONTAS.ID – Polres Pasuruan bersama Cuber Polda Jatim memberikan sosialisasi mengenai pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) kepada peserta Rally Piala Bhayangkara 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 90 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia dan berlangsung pada 29–30 Agustus 2026.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman peserta terhadap perkembangan teknologi AI sekaligus mendorong pemanfaatannya secara bijak, positif, dan bertanggung jawab.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan edukasi mengenai berbagai pemanfaatan AI yang dapat mendukung aktivitas sehari-hari. Selain itu, mereka juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap informasi yang dihasilkan maupun disebarluaskan melalui teknologi digital.

Polres Pasuruan bersama Cuber Polda Jatim mengingatkan peserta agar tidak memanfaatkan teknologi AI untuk menyebarkan informasi yang belum terverifikasi maupun melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab.

“AI merupakan bagian dari perkembangan teknologi yang harus kita pahami dan manfaatkan secara positif. Kami mengajak seluruh peserta untuk menggunakan teknologi secara bijak serta tetap melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima maupun dihasilkan,” ujar AKBP Harto Agung Cahyono.

Menurutnya, pemahaman mengenai teknologi digital penting diberikan kepada masyarakat, termasuk para peserta kegiatan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Melalui sosialisasi tersebut, Polres Pasuruan berharap peserta Rally Piala Bhayangkara 2026 tidak hanya memahami perkembangan teknologi AI, tetapi juga mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

Penulis: Sumarsono

Editor: V Cahya

Previous articlePembatasan Pers Di BPN Jakut, Hoax atau Narasi Sesat?