Menteri KKP Susi Kunjungi Pembangunan SKPT Merauke

Menteri KKP Susi Pudjiastuti saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Papua /Foto: Humas KKP

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama rombongan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memantau perkembangan pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Merauke.

Saat ini telah dibangun kantor layanan, cold storage, ice flake machine, Tempat Pelelangan Ikan (TPI), dermaga, dan fasilitas air bersih. Hal ini sampaiakan menteri susi kepada PONTAS.ID melalui keterangan tertulis Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kamis (22/3/2018)

Namun Susi mengungkapkan, ada beberapa fasilitas penunjang seperti depot bahan bakar minyak (SPDN), rumah singgah nelayan, kedai makan, dan gudang-gudang logistik masih perlu ditambah.

“Saya kunker (kunjungan kerja) ke sini bukan meresmikan karena masih banyak kekurangan-kekurangan dan belum semuanya selesai. Yang jelas kerjaan sudah kelihatan, kapal-kapal juga sudah banyak di sini. Jadi nanti TPI bsa jalan. Kalau TPI sudah jalan, proses sudah jalan, sebagian sudah bisa mulai. Nanti kita resmikan kalau semuanya sudah jadi satu,” ungkap Menteri Susi.

Hal serupa diungkapkan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja yang turut mendampingi Menteri Susi.

“KKP tahun ini akan menyiapkan 60 kapal yang langsung akan dibangun di Merauke sendiri dengan konsep cash for work dan mereka akan membangun kapal sesuai dengan kebutuhan mereka. Kapalnya dari kayu, dan itu untuk orang Merauke semuanya. Dengan begitu rasa memiliki bahwa ini SKPT untuk masyarakat Merauke akan terjadi,” tutur Sjarief.

Lanjut Sjarief, “Kalau layanan kapal angkut sudah bagus, saya yakin harga otomatis akan turun karena biaya penyimpanan akan bisa ditekan. Ketidakpastian kapal angkut membuat mereka (nelayan) bisa menunggu kadang-kadang 2 minggu, kadang-kadang sebulan, sehingga biaya penyimpanan di dalam kapal dan cold storage jadi tinggi. Nah, itu yang menyebabkan ikan ini jadi agak sulit untuk bergerak ke Jawa. Kita ingin memperbanyak pengangkutan,” papar Sjarief.

Editor: Idul HM

Previous articleDinar Candy: Saya Sudah Bosen dengan Tipe-tipe Lokal
Next article4,6 Juta Pemilih Belum Rekam e-KTP, Kemendagri Bakal Jemput Bola

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here