Jakarta, PONTAS.ID – Candy Gula-gula terasa manis di lidah, menerbitkan selera. Menimbulkan rasa doyan, bahkan mencandukan. Dinar Candy bukan hanya membius orang luar (bule), tapi orang-orang di sekeliling pun merasa terbius melihat kemolekan penyanyi dangdut tersebut.
Di balik balutan eksotika fisikalnya, gadis berdarah Sunda asal Cianjur ini pun melengkapi dirinya dengan segunung keindahan karakter. Bersama keseharian profesionalnya sebagai seorang disc jockey (DJ), yang identik dengan gemerlapnya kehidupan glamorous, Dinar tetap menjaga kerendahan hatinya. Tidak besar kepala, dan keep santun dalam bertutur. Padahal, ia sempat masuk sebagai Nominasi Top 100 DJ Dunia.
Gadis seksi ini pun mengungkapkan soal pria. Tanpa banyak berpikir, Dinar Candy menyambar pembicaraan soal itu dengan sebuah ujaran yang sungguh nendang buanget, “Pria bule lebih dahsyat”
Sejak mengenal dunia pacar-pacaran di bangku SMA, berkali-kali Dinar mengalami kegagalan asmara, sekaligus membuatnya agak trauma terhadap pria-pria lokal. “Pria lokal, gak dulu deh… Saya sudah bosan dengan tipe-tipe lokal. Sekarang saya lebih merasa cocok dengan pria bule,” kata Dinar selaku penyanyi dangdut, Jakarta, Kamis, (22/3/18).
“Alasannya, pria bule lebih romantis, lebih tahu caranya menghargai seorang wanita, dan… “Pokoknya, lebih dahsyatlah,” ujarnya.
Ia mencontohkan, kalau mau naik-turun mobil, pintunya dibukakan, dan tidak pernah lupa memberi berbagai buah tangan setiap kali berjumpa, meski sekadar bunga atau coklat.
“Pria lokal? Hmmm… sok gengsi dan kaku-kaku. Jadi, sementara ini, Dinar mau fokus ke pria bule dulu deh, kalau perlu dikoleksi,” candanya, menggemaskan.




























