Menristekdikti Usulkan Bunga Pinjaman Pendidikan Rendah

Menristekdikti M. Nasir (ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengusulkan agar bunga pinjaman pendanaan pendidikan lebih rendah dibandingkan pinjaman lainnya.

Nasir menjelaskan berdasarkan UU 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi, pemerintah wajib memberikan kredit tanpa bunga untuk pendidikan.

“Kami mengusulkan agar bank penyedia pinjaman untuk dapat memberikan pinjaman dengan bunga yang rendah,” ujar Nasir, Kamsi (22/3/2018).

Nasir menambahkan pinjaman pendidikan itu harus dibuat segmentasinya dan menyasar pada bidang yang potensial seperti sains dan teknik. Hal itu karena dibutuhkan oleh pemerintah.

Kredit Pendidikan Harus Jelas

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Fikri mengatakan perlu ada pembicaraan lanjutan terkait kredit pendidikan diwacanakan Presiden Jokowi.

Menurutnya, ide tersebut perlu dibicarakan lebih lanjut dengan koordinasi antara Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan dunia perbankan.

“Bahkan kalau relevan, bisa juga sinergi dengan BAZNAS dan BWI. Jangan sampai hanya memberi angin surga tanpa realisasi yang jelas,” kata Abdul Fikri kepada pontas.id, Rabu (21/3/2018).

Ia menantang perbankan untuk mengeluarkan produk kredit pendidikan sehingga mahasiswa dapat mencicil biaya kuliah. Amerika Serikat disebut-sebut sebagai contoh negara yang mengeluarkan jumlah kredit pendidikan lebih besar dari pinjaman kartu kredit. Meski demikian, sejumlah pihak memberikan kritik mengingat banyak yang gagal melunasinya dan berdampak pada lambatnya pertumbuhan ekonomi.

Menurut Fikri, kredit pendidikan ini sudah lazim diberlakukan di negara-negara lain. Selain Amerika Serikat, beberapa negara lain yang memiliki program semacam ini adalah Jerman, Kanada, Inggris, Perancis, Australia. Ia yakin gagasan ini mampu menjadi solusi bagi mahasiswa yang terkendala biaya dalam melanjutkan pendidikan tinggi.

“APK pendidikan tinggi juga akan terdorong sehingga harapannya kualitas SDM kita juga semakin membaik,” lanjut politikus PKS ini.

Namun, Fikri juga mengimbau agar Kemenristekdikti dan industri perbankan melakukan kajian yang mendalam mengenai gagasan ini sehingga dapat menghasilkan skema kredit yang dapat diterapkan dengan baik dan sesuai dengan kondisi di Indonesia sehingga tujuan dalam meningkatkan SDM dapat tercapai.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para pimpinan perbankan di Indonesia menyiapkan layanan baru kepada nasabah berupa pinjaman kredit pendidikan.

Ia berharap, dengan adanya pinjaman kredit pendidikan akan membuat masyarakat Indonesia beralih dari hal konsumtif ke hal lebih produktif.

Previous articleTata Ulang Frekuensi, Pemerintah Klaim Tak Ganggu Layanan
Next articleDinar Candy: Saya Sudah Bosen dengan Tipe-tipe Lokal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here