JAKARTA, PONTAS.ID – Polemik seleksi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Jakarta semakin mencuat. Alih-alih transparan, proses yang dijalankan Kesbangpol Jakarta justru menuai kecurigaan publik sebagai ajang formalitas yang sarat rekayasa.
Fakta di lapangan menunjukkan jadwal pendaftaran yang seharusnya berlangsung 7–11 Juli 2025, diundur hingga dua kali dan baru ditutup pada 1 Agustus 2025 tanpa alasan jelas. “Aneh diundur terus, apa alasannya tidak pernah diberitahukan ke peserta. Apakah masih ada yang ditunggu? atau pembukaan ini hanya formalitas?” ungkap Zaenal A salah satu peserta yang mengikuti seleksi FKDM kepada PONTAS.id, Rabu (16/9/2025).
Dirinya mengeluhkan hasil tes CAT dan wawancara tidak pernah dipublikasikan resmi. Nilai hanya bisa dilihat sesaat usai ujian di Balai Kota, tanpa dokumen resmi yang bisa diakses publik. Bahkan, kriteria kelulusan pun tak pernah dijelaskan.
Ironisnya, proses seleksi ini pun jauh dari prinsip keterbukaan informasi. “Kesbangpol tidak pernah memberi tahu standar kelulusan. Bagaimana publik bisa percaya kalau semuanya gelap-gelapan?” tegasnya
Senada, Jefri H salah satu peserta seleksi dari Jakarta Barat juga menyayangkan minimnya transparansi ini bukan hanya mencoreng nama Kesbangpol, tapi juga menyeret reputasi Gubernur DKI Jakarta.
“FKDM adalah lembaga resmi yang berada langsung di bawah Pemprov. Ketertutupan ini memunculkan kesan bahwa janji transparansi dan akuntabilitas pemerintahan hanya sebatas slogan politik tanpa realisasi nyata,” tutupnya
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Kesbangpol Jakarta, Muhammad Matsani belum memberikan tanggapan.
Penulis: Rahmat Mauliady
Editor: Pahala Simanjuntak



























