Airlangga Diyakini Bisa Angkat Citra Golkar

Jakarta, PONTAS.ID – Sekretaris Dewan Pakar Partai Golkar, Firman Soebagyo mengaku optimis partai berlambang pohon beringin ditangan ketum Airlangga Hartanto bisa kembali mengangkat citra partai Golkar sempat terpuruk pasca merosotnya elektabilitas setelah banyak kadernya tersandung kasus korupsi.

“Kami optimis Golkar diarahan Airlangga Hartanto akan mampu mengerek eletabikitas dalam pemilu 2019,” kata Firman saat dihubungi, Sabtu (16/12/2017).

Wakil Ketua Baleg DPR RI ini menilai, dengan segudang pengalaman dimiliki Airlangga, bukan tidak mungkin keterpurukan dialami Golkar setelah Setya Novanto menjadi tersangka akan bisa bangkit kembali.

Pasalnya, saat ini Golkar membutuhkan sosok figur yang bersih serta terbebas dari kasus hukum agar bisa meraih kepercayaan publik jika partai ini sudah bebas dari partai bermasalah.

“Golkar sekarang harus bisa lebih baik dari kemarin dan
kami meyakini Airlangga akan menjadi nahkoda yang baik dan tepat untuk memperbaiki partai ini,” tegas Firman yang juga anggota komisi IV DPR ini.

Sebelumnya, Hasil Survei Lingkaran Indonesia (LSI Denny JA) menilai, kepemimpinan Airlangga Golkar akan menghadapi tiga ancaman dalam pilpres 2019 mendatang.

Kesatu, pertama kalinya dalam sejarah, Golkar terancam terlempar keurutan ke-3 atau bahkan ke-4 urutan partai pemenang pemilu.

“Simulasi Survei November 2017 memperlihatkan Golkar sudah urutan ketiga dibawah PDIP dan Gerindra. Golkar hanya memperoleh 11.6%, tertinggal dari PDIP 24.2% dan Gerindra 13%,” ujar Peneliti LSI Ardian Sopa di kantor LSI, Jl Pemuda, Jakarta Timur, Kamis (14/12/2017).

“Tren elektabilitas Golkar negatif, sehingga jika tren ini terus berlanjut, bukan hal yang mustahil golkar bisa terlempar ke ururtan 4,” tambahnya.

Ancaman kedua, Golkar tidak melahirkan tokoh kaliber kelas berat. Lima calon presiden 2019 yang paling sering kuat dan populer, tak satupun tokoh Golkar.

“Jokowi, Prabowo, Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono menjadi lima superstar politik nasional hari ini,” beber Ardian.

Lima teratas dukungan presiden saat ini, Jokowi 38.4%, Prabowo 24.6%, Gatot Nurmantyo 7.5%, Anies 4.9%, AHY 3.2%. Jokowi dari PDIP, Prabowo dari Gerindra, Gatot dan Anies bukan anggota partai, AHY dari demokrat.

Sebagai partai pemenang pemilu kedua dalam pemilu terakhir 2014, partai ini gagal melahirkan satu tokohpun dalam lima capres teratas tersebut.

Ancaman ketiga, Golkar terancam hanya menjadi “penyanyai latar” untuk pilpres 2019, calon presiden bukan dari Golkar, bahkan calon wakil presidenpun tak ada yang berasal dari Golkar.

Untuk calon wapres, lima teratas beragam latar belakang. Latar belakang militer ada Gatot Nurmantyo dan AHY. Latar belakang Gubernur ada Anies Baswedan. Latar belakang muslim ada TGB Zainul Madji dan Yusril Ihza Mahendra.

“Lima nama tersebut yang tertas dalam survei cawapres. Prosentase bervariasi tergantung dari jumlah cawapres yang di uji,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here